Juru Bicara Otorita Ibu Kota Nusantara, Troy Harold Yohanes Pantouw, telah berpulang dengan cara yang mengejutkan. Kehadirannya sebagai pionir dalam proyek pemindahan ibu kota baru berakhir tragis di Rusun ASN 3 Tower 6, Kota Nusantara pada Sabtu, 25 Juli.

Kematian Troy menjadi momen yang sulit bagi sahabat dan rekan kerjanya. Menurut informasi dari tim medis, ia mengembuskan napas terakhirnya akibat penyebab alami pada pukul 14.25 WITA.

Deputi Bidang Pengendalian Pembangunan Otorita IKN, Thomas Umbu Pati Tena Bolodadi, menggambarkan kronologi peristiwa yang menyedihkan ini. Awalnya, Troy dijadwalkan berangkat ke Balikpapan pada pukul 08.00 WITA untuk memimpin ibadah di gereja setempat.

Kronologi Peristiwa yang Menyedihkan dan Tak Terduga

Pagi itu, Troy terbangun dan beraktivitas normal seperti biasanya. Namun, ada keanehan saat sopir pribadi tidak mendapatkan respon ketika berusaha menghubunginya menjelang waktu keberangkatan.

Merasa khawatir, sopir tersebut segera menuju kamar Troy untuk memastikan keadaannya. Pintu kamar diketuk, namun tetap tidak ada jawaban, sehingga sopir memutuskan untuk membuka pintu secara paksa.

Setelah berhasil masuk, ia menemukan Troy terbaring di tempat tidur tanpa respons. Tim medis segera dipanggil untuk memeriksa kondisinya, tetapi sayangnya, saat tiba, situasi sudah kritis.

Penyebab Kematian dan Riwayat Kesehatan Troy Pantouw

Setelah dibawa ke rumah sakit terdekat, tim dokter mengkonfirmasi bahwa Troy meninggal dunia yang disebabkan oleh faktor alami. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan di tubuhnya.

Keluarga juga memberikan informasi bahwa mendiang memiliki riwayat medis hipertensi. Troy rutin mengonsumsi obat untuk menjaga tekanan darahnya tetap stabil setiap hari.

Proses administrasi di rumah sakit dijalankan dengan baik, dan jenazah Troy kemudian diberangkatkan ke Jakarta untuk pemakaman. Pihak Otorita IKN memperkirakan jenazah tiba pada Minggu pagi.

Duka Mendalam Bagi Rekan Kerja dan Keluarga

Kepergian Troy meninggalkan duka yang mendalam di kalangan rekan-rekan di Otorita IKN. Dia dikenang sebagai sosok penting dalam perjalanan pemindahan ibu kota.

Troy menjadi salah satu yang membantu Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, dalam memulai pembangunan fisik IKN sejak tahun 2021. Selama masa transisi, Troy berjuang dalam kondisi yang sangat sulit.

Ia dan tim harus bekerja di kawasan yang tak memiliki fasilitas yang memadai. Banyak dari mereka yang bahkan harus berkantor di Balikpapan dan menempuh perjalanan darat setiap hari demi menyukseskan proyek besar itu.

Iklan