Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fatur Rahman, mengonfirmasi bahwa pencarian terhadap dua wisatawan asal Spanyol, yang menjadi korban kapal tenggelam di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, akan diperpanjang. Perpanjangan ini terhitung dari 5 hingga 7 Januari, dengan melibatkan 160 personel gabungan dari berbagai institusi terkait.
Pihak yang terlibat dalam operasi ini mencakup Basarnas Maumere, Ditpolairud Polda NTT, Polres Manggarai Barat, Lanal Labuan Bajo, dan KSOP Labuan Bajo. Upaya pencarian ini dilakukan setelah satu korban berhasil ditemukan, memberikan harapan bahwa dua korban lainnya juga dapat diselamatkan.
“Benar, kami memperpanjang pencarian selama tiga hari hingga tanggal 7 Januari,” ungkap Fatur Rahman dalam percakapan di hari Minggu. Dia menjelaskan alasan di balik perpanjangan ini adalah karena penemuan satu korban memberikan harapan untuk menemukan korban yang masih hilang.
Mengupas Tragedi Tenggelamnya Kapal Wisata di Labuan Bajo
Kapal wisata yang terlibat dalam insiden tragis ini adalah KM. Putri Sakina, yang mengangkut sebelas penumpang saat kejadian. Di antara penumpang terdapat tujuh wisatawan, termasuk enam warga negara Spanyol dan seorang pemandu wisata Indonesia.
Tragedi ini terjadi pada malam 26 Desember, ketika kapal tenggelam di perairan Pulau Padar. Tim SAR segera melakukan evakuasi, dan tujuh korban berhasil diselamatkan, namun empat orang dinyatakan hilang.
Dari proses pencarian sebelumny, satu korban ditemukan pada 29 Desember dalam keadaan meninggal. Korban tersebut adalah seorang perempuan asal Spanyol, dan pencarian terus dilakukan untuk menemukan korban lainnya.
Tantangan dalam Proses Pencarian Korban Kapal Tenggelam
Salah satu kendala yang dihadapi tim SAR adalah perubahan cuaca yang sering terjadi di lokasi pencarian. Cuaca buruk bisa membahayakan keselamatan tim dan memperlambat proses pencarian.
Selain itu, arus laut yang kuat juga menjadi tantangan tersendiri. Fatur Rahman menekankan pentingnya memperluas area pencarian untuk meningkatkan peluang menemukan korban yang masih hilang.
Pencarian akan diperluas hingga lima nautical mile dari area sebelumnya. Upaya ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak lokasi dan meningkatkan peluang keberhasilan.
Dukungan Teknologi dalam Pencarian Korban
Untuk mempercepat proses pencarian, pihak kepolisian menggunakan teknologi modern, seperti sonar sistem dan drone bawah air. Penggunaan alat ini diharapkan bisa membantu menemukan korban dengan lebih efisien dan cepat.
Fatur menjelaskan bahwa keberadaan teknologi tinggi diharapkan mampu mendeteksi keberadaan korban di area yang sulit dijangkau. Ini merupakan langkah strategis dalam upaya pencarian yang semakin mendesak.
Penggunaan sonar dan drone ini menunjukkan upaya maksimal dari tim pencari, dan juga mencerminkan komitmen semua pihak untuk menyelesaikan misi pencarian ini dengan sebaik-baiknya.



