Dinas Kesehatan Bali baru-baru ini mengumumkan bahwa dua warga di Kota Denpasar telah terinfeksi virus Influenza A subclade K, lebih dikenal sebagai superflu. Keduanya adalah laki-laki berusia antara 40 hingga 50 tahun dan terjangkit pada bulan Oktober 2025.
Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, kedua pasien tersebut telah sembuh dan kini telah kembali beraktivitas seperti biasa. Kondisi mereka telah dipantau, dan tidak ada keluhan tambahan dari masyarakat di sekitar mereka.
Pemantauan dan Penanganan Kasus Influenza A di Bali
Proses penyelidikan epidemiologi terhadap kedua kasus positif ini menunjukkan bahwa pasien dirawat di rumah sakit daerah yang sesuai untuk menangani influenza tingkat berat. Dinas Kesehatan juga memastikan bahwa kedua pasien ini tidak terhubung satu sama lain, baik sebagai keluarga maupun teman.
Ayu Raka menjelaskan lebih lanjut bahwa kedua pasien tersebut tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri, yang sering menjadi salah satu faktor risiko penularan. Saat terinfeksi, keduanya mengalami gejala seperti demam tinggi dan sesak napas, yang memerlukan perhatian medis segera.
Dalam usaha untuk mengetahui sumber infeksi, tim surveilans Dinkes Bali mengambil sampel dari saluran pernapasan kedua pasien. Sampel tersebut dikirim ke laboratorium Kementerian Kesehatan, dan hasilnya baru diterima pada pertengahan Januari 2026.
Langkah-langkah Peningkatan Kewaspadaan dan Edukasi Masyarakat
Menindaklanjuti temuan ini, Dinas Kesehatan Bali telah mengintensifkan langkah-langkah kewaspadaan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari virus. Masyarakat diajak untuk menjaga kesehatan dengan mempraktikkan pola hidup sehat.
Gaya hidup sehat yang dianjurkan termasuk istirahat yang cukup, mengonsumsi banyak air putih, serta rutin melakukan aktivitas fisik. Dalam situasi seperti ini, pencegahan lebih baik daripada mengobati, dan partisipasi masyarakat sangat penting.
Dinas Kesehatan juga menyampaikan pentingnya meningkatkan kesadaran akan gejala influenza dan kapan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan medis. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah yang tepat jika merasakan gejala yang mencurigakan.
Kolaborasi Antara Masyarakat dan Dinas Kesehatan dalam Menangani Influenza
Hubungan yang baik antara masyarakat dan Dinas Kesehatan sangat penting dalam penanganan penyakit menular seperti influenza. Dinas Kesehatan mengharapkan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan gejala yang mereka alami, agar tindakan pencegahan dapat segera dilakukan.
Selain edukasi kesehatan, Dinas Kesehatan berencana melakukan pelatihan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan tentang pengendalian penyakit menular. Tenaga medis yang terlatih dapat memberikan penanganan yang lebih baik dan cepat kepada pasien.
Dengan kolaborasi yang baik, masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman dari risiko penyakit menular. Tingkat kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi dapat membantu mengurangi jumlah kasus serupa di masa mendatang.



