Jakarta – Marsha Aruan baru-baru ini mengungkapkan rasa antusiasme terhadap serial terbarunya Yang Penting Ada Cinta. Dalam perjalanan kariernya, Marsha memerankan tokoh Renata yang memiliki perjalanan menarik dalam kisah cinta dan pendidikan.
Dalam serial ini, Renata sebagai putri Pak Roni, menjalani hidup dengan tantangan yang besar dari lingkungan sekitarnya. Ketika Pak Roni mengalami sakit, situasi menjadi lebih kompleks dengan mengekspresikan harapan untuk menjodohkan Renata dengan seseorang yang dianggap lebih mapan.
Konflik ini membawa Renata ke dalam dilema antara mengikuti harapan orang tuanya atau mengejar impian dan pendidikannya. Bagi Marsha, representasi karakter ini sangat penting dan menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam hidupnya.
Menempatkan Pendidikan Perempuan dalam Sorotan
Karakter Renata membawa perspektif yang kuat mengenai pentingnya pendidikan bagi perempuan. Marsha merasakan beban dan harapan yang diemban karakter ini, yang berusaha membuktikan bahwa pendidikan tidak melulu diukur dari status pernikahan.
Karakter Pak Roni, yang dianggap kolot, mengajak penonton merenungkan tentang pandangan masyarakat terhadap perempuan. Beliau beranggapan bahwa pendidikan tinggi tidak diperlukan bagi perempuan, karena seharusnya mereka akan berakhir di dapur.
Bagi Marsha, hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk menghidupkan sosok Renata yang progresif. Ia berharap tulisan ini bisa memicu dialog mengenai pentingnya perempuan memiliki pendidikan yang setara dengan laki-laki.
Dilema Antara Keluarga dan Cita-cita
Kisah Renata juga menceritakan tentang dilema yang dihadapi ketika keluarga memiliki ekspektasi yang berbeda dari cita-citanya. Momen di mana Pak Roni merencanakan pernikahan untuk Renata menunjukkan realitas bagi banyak perempuan di masyarakat.
Kehadiran Andre dalam hidup Renata menambah lapisan kompleksitas. Meski ada potensi cinta antara mereka, Renata masih terjebak antara apa yang diinginkan orang tuanya dan namanya sendiri.
Di satu sisi, cinta dan dukungan dari Andre menjadi angin segar bagi Renata untuk mengejar mimpinya. Namun, tekanan dari lingkungan tetap menjadi batu sandungan yang harus dihadapinya.
Renata Sebagai Pendorong Perubahan
Marsha melihat Renata bukan hanya sebagai karakter biasa, tetapi sebagai simbol perubahan. Karakter ini menunjukkan kepada penonton bahwa perempuan harus memiliki pengaruh dalam memilih jalan hidup mereka sendiri.
Bersama dengan karakter lainnya, seperti Satrio yang lebih mapan, cerita ini memberikan gambaran tentang dinamika cinta di tengah batasan yang ada. Marsha berharap Renata bisa menginspirasi perempuan muda untuk berani mengambil keputusan dalam hidup mereka.
Momen ketika Renata berjuang untuk mendapatkan pendidikan dan pengakuan menjadi salah satu penegasan bahwa perempuan bisa lebih dari sekadar pengurus rumah tangga. Ini adalah bagian dari nilai-nilai yang Marsha ingin sampaikan melalui aktingnya.



