Banjir yang melanda wilayah Pati, Jawa Tengah, telah membawa dampak yang signifikan terhadap aktivitas sehari-hari warga. Ketinggian air yang terus meningkat memaksa banyak dari mereka untuk menggunakan perahu dalam menjalankan kegiatan penting seperti berobat atau mengantar anak ke sekolah.

Menurut Yuliati, seorang perawat dari Puskesmas Jakenan, akses darat telah terputus sejak 13 Januari 2026, memaksa tim medis untuk mendatangi pasien menggunakan perahu. Hal ini sangat diperlukan, terutama untuk memastikan kesehatan kelompok rentan, seperti lanjut usia, tetap terpantau di tengah situasi yang sulit ini.

Sementara itu, berbagai keluhan kesehatan mulai muncul dari masyarakat, termasuk batuk, pilek, demam, dan masalah kulit akibat banjir. Dengan kondisi ini, pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tim medis menjadi sangat penting dan menjadi lifeline bagi banyak keluarga.

Pelayanan Kesehatan dalam Situasi Darurat Banjir

Tim kesehatan tidak hanya melakukan pemeriksaan di siang hari, tetapi juga aktif hingga malam untuk menangani warga yang mengalami cedera. Adanya dua perahu yang dimiliki pemerintah desa menjadi vital dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan ini.

Bidan desa juga turut berkontribusi dalam memberikan pelayanan, mengingat banyak warga yang membutuhkan perhatian medis. Pelayanan tersebut dilaksanakan secara berkelanjutan agar semua yang membutuhkan bisa terlayani dengan baik.

Gini, seorang warga berusia 70 tahun dari Desa Karangrowo, mengaku telah menerima kunjungan dari tim kesehatan dua kali. Dia menyatakan rasa syukurnya karena mendapatkan pemeriksaan dan obat-obatan di rumahnya.

Dampak Banjir Terhadap Aktivitas Ekonomi Warga

Menurut Mintarjo, perangkat desa sekaligus relawan kebencanaan, hampir seluruh wilayah Desa Karangrowo terdampak banjir. Dari total 320 kepala keluarga, sekitar 99 persen rumah terendam dengan ketinggian air yang bervariasi antara 20 hingga 100 centimeter.

Akses utama beralih ke perahu dan getek, sementara kendaraan bermotor tidak dapat masuk. Aktivitas ekonomi yang bergantung pada jalan raya pun terpaksa terhenti.

Mintarjo berharap air segera surut agar warga dapat kembali menjalani rutinitas harian mereka dengan normal. Kembalinya akses darat tidak hanya penting untuk aktivitas ekonomi, tetapi juga untuk kesehatan mental warga.

Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir

Upaya pemulihan yang efektif sangat diperlukan untuk mengurangi dampak jangka panjang dari bencana ini. Tim pemerintah desa berencana melakukan evaluasi terhadap infrastruktur yang rusak akibat banjir.

Mereka juga akan memfokuskan perhatian pada kesehatan masyarakat dengan menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih baik, sebagai langkah preventif untuk situasi serupa di masa depan. Program-program edukasi tentang risiko banjir akan dilaksanakan untuk mempersiapkan warga dalam menghadapi bencana.

Dukungan dari organisasi luar juga sangat diharapkan dalam proses pemulihan ini, baik dalam bentuk material maupun penyuluhan. Sebuah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat perlu dibangun untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana.

Iklan