Kawasan wisata alam Guci, yang terletak di Kabupaten Tegal, kembali mengalami bencana alam dalam bentuk banjir bandang. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan signifikan, termasuk hancurnya kolam air panas yang menjadi daya tarik utama daerah tersebut.
Selain kolam air panas, tiga jembatan di lokasi wisata juga putus akibat derasnya arus air. Dampak dari bencana ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga membahayakan keselamatan pengunjung dan warga sekitar.
Banjir bandang yang disebabkan oleh meluapnya Kali Gung ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur area tersebut. Situasi ini menimbulkan kepanikan di kalangan warga dan pengunjung yang berada di lokasi pada saat itu.
Detail dan Dampak dari Banjir Bandang di Guci
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat melaporkan bahwa pancuran di area Guci hancur akibat bencana tersebut. Pancuran 13 dan Pancuran Barokah yang terkenal sudah rata dengan tanah, sementara jembatan-jembatan besar juga tidak selamat dari musibah ini.
Seorang anggota tim penanggulangan bencana menjelaskan bahwa alat berat yang digunakan untuk pemeliharaan kawasan juga hilang terbawa arus. Kerusakan yang parah menuntut tanggapan cepat dari pemerintah daerah untuk mencegah dampak jangka panjang.
Banjir yang datang secara mendadak ini dikatakan menjadi ancaman serius tidak hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi warga lokal yang bergantung pada sektor pariwisata. Banyak yang harus kehilangan mata pencaharian dalam sekejap karena kerusakan yang terjadi.
Kronologi Kejadian Banjir Bandang di Guci
Taufiq menjelaskan bahwa air datang dengan sangat cepat dan berwarna keruh, penuh dengan lumpur dan material lainnya. Pada dini hari, ketinggian air tercatat mencapai tujuh meter yang membuat jembatan tak mampu menahan derasnya arus.
Situasi ini menjadi semakin parah ketika material lumpur dan pasir mengalir bersama air, menghancurkan segala sesuatu yang dilewati. Banyak jembatan yang sebelumnya aman untuk dilalui wisatawan kini menjadi reruntuhan.
Langkah-langkah Tanggap Darurat dan Pemulihan
Pemerintah daerah bekerja sama dengan BPBD segera merespons bencana ini. Tim penanggulangan bencana datang untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan bagi mereka yang terjebak akibat banjir.
Langkah-langkah rehabilitasi dan pemulihan juga direncanakan untuk mendorong kembalinya kondisi wisata Guci ke masa normal. Ini termasuk memperbaiki jembatan dan fasilitas wisata lainnya yang rusak oleh bencana.
Penting bagi semua pihak untuk menggandeng masyarakat lokal dalam proses pemulihan, agar mereka turut berkontribusi dan tidak merasa terasing dari keputusan yang diambil pascabencana ini.



