Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Indonesia tengah merancang langkah strategis untuk meningkatkan kecepatan internet di seluruh negeri dalam waktu dekat. Target ambisius ini menetapkan bahwa pada tahun 2026, kecepatan mobile broadband harus mencapai 80 Mbps, dengan fixed broadband menyusul di angka 64 Mbps.

Menkomdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa kecepatan mobile broadband saat ini di ibu kota provinsi Indonesia mencapai 63,51 Mbps. Dengan mengupayakan percepatan ini, diharapkan target tersebut dapat dicapai lebih awal daripada rencana semula pada tahun 2028 yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Di samping itu, kecepatan fixed broadband saat ini tercatat berada di angka rata-rata 51,84 Mbps di seluruh ibu kota provinsi. Upaya untuk mendorong angka ini menjadi 64 Mbps pada 2026 merupakan langkah yang sangat penting dalam memajukan akses internet yang lebih luas dan cepat bagi masyarakat.

Perbandingan antara data kecepatan internet dari Komdigi dan sumber lain menciptakan gambaran yang menarik. Misalnya, data yang diperoleh dari Ookla menunjukkan bahwa kecepatan download untuk mobile broadband hanya mencapai 52,73 Mbps, sementara kecepatan upload berada di angka 17,28 Mbps. Ini menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk peningkatan kualitas layanan.

Penting untuk dicatat bahwa kecepatan unduh untuk fixed broadband saat ini berada di angka 44,38 Mbps, dengan kecepatan unggah yang rata-rata mencapai 30,61 Mbps. Kondisi ini mencerminkan kebutuhan yang mendesak untuk memperbaiki infrastruktur yang ada untuk memenuhi harapan masyarakat akan koneksi yang lebih baik.

Target Ambisius untuk Peningkatan Jaringan 4G dan 5G

Pada laporan yang disampaikan, Meutya juga mengungkapkan bahwa penetrasi jaringan 4G di Indonesia telah mencapai 98,95 persen dari total populasi. Ini merupakan pencapaian yang cukup membanggakan dan menunjukkan kemajuan yang signifikan.

Di tahun 2026, target penetrasi jaringan 4G akan ditingkatkan menjadi 99,05 persen, menjadikan lebih banyak penduduk Indonesia dapat mengakses internet dengan kecepatan yang lebih tinggi. Dengan pencapaian ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari teknologi komunikasi canggih ini.

Pertumbuhan layanan 5G juga menunjukkan kemajuan yang mengesankan, dengan luas pemukiman yang telah dijangkau mencapai 6,33 persen pada 2025. Angka ini jauh melampaui target RPJMN yang hanya 4,4 persen, yang mengindikasikan adanya perkembangan yang pesat dalam aspek ini. Di 2026, targetnya adalah 8,5 persen luas pemukiman Indonesia.

Pengembangan infrastruktur 5G ini sangat penting untuk mendukung berbagai aplikasi modern, seperti internet of things (IoT) dan smart city, yang dapat mengoptimalkan kualitas hidup masyarakat. Lelang frekuensi 5G direncanakan akan dilaksanakan untuk mewujudkan target tersebut dalam waktu dekat.

Peningkatan Infrastruktur Fiber Optik untuk Fixed Broadband

Dalam hal infrastruktur, jaringan fiber optik untuk layanan fixed broadband sudah mencakup 72,22 persen atau sekitar 5.253 kecamatan di Indonesia. Target peningkatan ke angka 82 persen pada tahun 2026 menunjukkan adanya komitmen untuk menyediakan internet yang lebih cepat dan andal.

Penerapan program Kampung Internet yang dimulai pada 2025 juga menunjukkan kemajuan yang signifikan. Saat ini program ini telah melayani 1.194 titik dan diharapkan dapat meningkat menjadi 2.194 titik pada akhir tahun ini, memberikan akses yang lebih baik kepada daerah-daerah terpencil.

Rencana ini tidak hanya akan membantu mengatasi kesenjangan digital tetapi juga memberdayakan masyarakat dengan menyediakan akses informasi yang lebih luas. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap daerah di Indonesia mendapatkan akses internet yang memadai.

Lebih lanjut, program internet murah berbasis frekuensi 1,4 GHz juga menjadi salah satu inisiatif strategis. Persiapan untuk program ini telah rampung dan ditargetkan untuk melayani sekitar 10,8 juta rumah tangga pada tahun 2030, menjadikan internet lebih terjangkau bagi masyarakat.

Kesimpulan dan Harapan ke Depan untuk Akses Internet di Indonesia

Dengan semua pencapaian dan rencana yang telah disusun, masa depan akses internet di Indonesia terlihat menjanjikan. Upaya untuk meningkatkan kecepatan internet dan memperluas jangkauan harus terus didorong agar seluruh masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Peningkatan infrastruktur serta pengembangan teknologi seperti 5G dan fiber optik akan menjadi tulang punggung bagi kemajuan teknologi di Indonesia. Melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan target-target ini dapat tercapai dengan lebih cepat.

Lebih dari sekadar kecepatan, peningkatan akses internet berkualitas juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan akses internet yang lebih baik, masyarakat akan lebih mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan berbagai tantangan yang ada.

Dengan demikian, harapan masyarakat akan koneksi internet yang cepat dan andal bukan lagi sekedar impian, melainkan bisa menjadi kenyataan yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Inisiatif yang telah dimulai harus terus didorong untuk memastikan akses internet bagi semua, menjadikan Indonesia siap bersaing dalam era digital global.

Iklan