Di tengah cuaca ekstrem, banjir melanda wilayah Desa Jenggot, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Banten. Fenomena alam ini mengakibatkan 118 keluarga terisolasi dan mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses yang aman untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
Banjir yang sudah berlangsung selama 10 hari terakhir ini disebabkan oleh luapan dari anak Sungai Cidurian, yang ternyata tidak mampu menampung debit air yang tinggi. Relawan dari berbagai organisasi kini bersiaga untuk membantu para korban yang terdampak.
Satu per satu, tim relawan mendatangi rumah-rumah warga yang terendam untuk menyalurkan bantuan logistik. Ini menjadi langkah penting untuk memastikan mereka memperoleh makanan dan kebutuhan dasar lainnya selama masa sulit ini.
Dampak Banjir Terhadap Komunitas Lokal
Kepala Kecamatan Mekar Baru, Iman Bahlawi, menjelaskan bahwa banjir berdampak signifikan terhadap kehidupan 2.029 warga setempat. Dari total tersebut, 118 keluarga masih terjebak dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan, dengan ketinggian air mencapai 90 sentimeter.
“Hari ini, situasinya masih tetap sama dengan ketinggian air yang belum berubah,” ujar Iman. Ia menambahkan bahwa proses evakuasi terhambat oleh letak geografis rumah-rumah yang dekat dengan aliran sungai.
Meskipun banyak warga yang ingin dikeluarkan dari lokasi, faktor lokasi menjadi kendala utama. Beberapa rumah berdiri di dekat sawah yang juga terendam, menyulitkan akses untuk menyelamatkan mereka.
Upaya Penyelamatan dan Bantuan Kemanusiaan
Meski situasi evakuasi belum optimal, Iman menyebut sekitar 80 warga telah mengungsi ke SDN Jenggati, yang kini berfungsi sebagai posko pengungsian sementara. Di tempat ini, mereka mendapatkan perlindungan dan akses terhadap kebutuhan mendasar.
“Bantuan berupa kebutuhan pokok sudah dikirim secara rutin, karena mereka yang terisolasi pasti membutuhkan makanan,” tegasnya. Ini adalah langkah penting dalam membantu mereka bertahan selama masa darurat ini.
Pihak kecamatan juga berkomitmen untuk terus mendistribusikan sembako kepada para korban banjir. Mereka memahami bahwa dalam keadaan seperti ini, dukungan dari semua elemen sangatlah diperlukan.
Penyebab dan Solusi Jangka Panjang Banjir
Banjir di kawasan ini diperparah oleh pendangkalan anak Sungai Cidurian yang tidak mampu menampung air yang mengalir dengan deras. Iman menjelaskan bahwa penanganan jangka panjang diperlukan untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.
Pemerintah Kabupaten Tangerang telah merencanakan serangkaian program untuk melakukan pembenahan aliran sungai. Rencana ini diharapkan dapat dilaksanakan mulai tahun 2026 mendatang.
“Pak Bupati telah berkomitmen untuk melakukan perbaikan pada tahun 2026, dan kami berharap ini dapat menjadi solusi permanen bagi masalah banjir yang berulang di wilayah kami,” pungkas Iman.



