Pada Rabu, 11 Februari, insiden tragis terjadi di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, ketika pesawat dari Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR diserang oleh kelompok bersenjata. Pilot dan kopilot pesawat tersebut, Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro, mengalami situasi yang sangat membahayakan saat berusaha mendarat dengan selamat.

Keadaan semakin menegangkan ketika mereka mengirimkan pesan darurat melalui perangkat GPS, yang meminta bantuan setelah pesawat ditembaki saat mendarat. Pesawat tersebut menjadi sasaran tembakan saat melintas di area hutan dekat landasan pacu, menambah catatan kelam soal keamanan di wilayah tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, mengungkapkan bahwa pilot dan kopilot mencoba menyelamatkan diri setelah mendarat sekitar pukul 11.05 WIB. Begitu pesawat menghentikan penerbangan, tembakan langsung mengarah kepada mereka dari arah hutan, menciptakan suasana panik di antara penumpang dan awak pesawat.

Detik-detik Penembakan di Bandara Koroway Batu

Seluruh penumpang pesawat beserta pilot dan kopilot langsung bergegas menuju tempat aman untuk menghindari peluru yang menghujani mereka. Dalam situasi genting ini, pilot sempat mengirimkan pesan singkat berisi informasi tentang serangan tersebut kepada petugas operasional penerbangan. Tindakan berani ini menyoroti betapa seriusnya bahaya yang mereka hadapi di lapangan.

Menurut Isir, pesan darurat tersebut dikirim tepat setelah mereka mendarat dan sebelum melarikan diri ke area hutan. Tindakan cepat ini memungkinkan pihak berwenang untuk segera menerima laporan mengenai keadaan darurat yang mereka alami, sehingga respons cepat dapat dilakukan.

Sementara itu, Brigade Jenderal Faizal Ramadhani, Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz, menerangkan bahwa baik pilot maupun kopilot berusaha menyusul penumpang yang telah lebih dulu melarikan diri. Namun, keduanya kembali menghadapi tembakan dari pihak yang tidak dikenal saat berada di runway, menunjukkan betapa berbahayanya situasi tersebut.

Kronologi Peristiwa Penembakan di Papua Selatan

Sebelum insiden penembakan ini terjadi, pesawat Cessna PK-SNR lepas landas dari Bandara Tanah Merah dengan tujuan Koroway Batu. Kapten Egon dan Kapten Baskoro mengendalikan pesawat sampai tiba di lokasi, di mana mereka disambut oleh serangan yang sangat tidak terduga. Aksi tembakan terjadi segera setelah mereka mendarat, mengguncang bukan hanya penumpang, tetapi juga seluruh tim yang berada di bandara saat itu.

Informasi mengenai insiden tersebut diterima oleh Polres Boven Digoel sekitar pukul 11.00 WIT setelah laporan dari kantor Bandara Tanah Merah. Penembakan ini diduga terjadi dari arah hutan yang mengelilingi area bandara, menjadikan kejadian ini sebagai pengingat mengerikan tentang potensi ancaman keamanan di Papua.

Dari laporan terbaru, kedua pilot dipastikan tewas dalam insiden ini, berdasarkan informasi yang diterima oleh petugas kepolisian setelah pemeriksaan lebih lanjut. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi di daerah konflik, dan memunculkan pertanyaan soal keamanan penerbangan di wilayah tersebut.

Respon Pihak Berwenang dan Situasi Keamanan di Papua

Kepolisian Daerah Papua beserta tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk menyelidiki lebih lanjut. Langkah ini diambil untuk menemukan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut, serta memberikan penanganan yang cepat terhadap situasi yang ada. Adanya tim yang terdiri dari beberapa pihak berwenang diharapkan akan membawa kejelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Lebih lanjut, situasi keamanan di Papua terus menjadi perhatian yang serius, terutama dalam konteks transportasi udara. Insiden ini menunjukkan betapa rentannya situasi di daerah yang dilanda konflik, di mana ancaman bisa datang kapan saja dan dari arah yang tidak terduga. Keberanian yang ditunjukkan oleh para pilot meskipun dalam situasi kritis patut dicontoh.

Ke depannya, penting untuk melibatkan lebih banyak pihak dalam penanganan dan pengawasan keamanan di wilayah tersebut. Pemerintah dan aparat berwenang harus bekerja lebih keras untuk memastikan bahwa insiden serupa tidak terulang lagi, serta memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang tinggal di sana.

Iklan