Tradisi dalam budaya Jawa memiliki makna yang sangat mendalam dan sering kali menjadi bagian penting dari perjalanan hidup seseorang. Salah satu tradisi yang paling dikenal adalah Tedak Siten, yang dilakukan untuk merayakan langkah pertama seorang bayi dalam mengeksplor dunia.

Baru-baru ini, Baby Arash, anak dari pasangan Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid, menjalani prosesi ini dengan penuh khidmat. Acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh sanak keluarga serta kerabat dekat.

Prosesi ini dilaksanakan ketika Baby Arash berusia tujuh bulan, merupakan waktu yang dianggap tepat untuk menjalani tradisi tersebut. Ini bukan hanya sebuah acara, melainkan simbolisme mendalam tentang pertumbuhan dan harapan untuk masa depan anak tersebut.

Makna Di Balik Tradisi Tedak Siten dalam Budaya Jawa

Tedak Siten memiliki arti ‘turun ke tanah’, dan merupakan ritual yang menandakan bahwa sang bayi sudah siap untuk menginjak bumi dan berinteraksi dengan dunia. Pada prosesi ini, berbagai simbolisme digunakan, seperti menginjak jadah tujuh warna yang melambangkan tujuh jenis rezeki.

Prosesi ini bukan hanya untuk sang bayi, tetapi juga sebagai ungkapan syukur dari orang tua atas pemberian Tuhan. Dalam pelaksanaannya, sering kali terdapat doa-doa yang dipanjatkan agar anak dapat tumbuh sehat dan berbahagia.

Acara ini juga dinilai sebagai momen penting dalam memperkuat ikatan antara orangtua dan anak. Melalui ritual ini, orang tua berharap untuk membimbing anak mereka dalam menapaki kehidupan dengan penuh hikmah.

Persiapan dan Pelaksanaan Acara Tedak Siten yang Meriah

Persiapan untuk acara Tedak Siten melibatkan banyak elemen, mulai dari makanan adat hingga dekorasi yang khas. Semua elemen tersebut dipilih dengan cermat agar sejalan dengan esensi tradisi yang dijalani.

Salah satu hal menarik adalah bagaimana keluarga besar berkumpul untuk merayakan momen ini. Kehadiran Gen Halilintar juga menambah kehangatan suasana, menunjukkan betapa pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga tradisi.

Selama prosesi berlangsung, Baby Arash tampak sangat menggemaskan, terutama saat berinteraksi dengan berbagai benda adat. Ini memberikan kesan bahwa ia sudah siap untuk menjelajahi dunia di sekitarnya.

Pentingnya Melestarikan Tradisi dalam Keluarga Modern

Melestarikan tradisi dalam keluarga modern sangatlah penting untuk menjaga identitas budaya. Dalam dunia yang semakin berkembang, banyak orang melupakan akar budaya mereka, sehingga tradisi seperti Tedak Siten menjadi cara untuk mengenalkan nilai-nilai tersebut kepada generasi mendatang.

Kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk mengajarkan anak-anak tentang pentingnya rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, dan makna dari setiap ritual. Dengan melibatkan generasi muda, tradisi ini tidak akan pudar oleh waktu.

Di tengah arus globalisasi, merayakan tradisi lokal memberikan kesempatan untuk memperkuat tali persaudaraan antar anggota keluarga. Ini adalah momen berharga yang mendemonstrasikan cinta dan harapan yang diletakkan dalam proses pertumbuhan anak.

Iklan