Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah cepat untuk memberikan pendampingan psikologis kepada K, seorang balita berusia 4 tahun yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh paman dan bibinya. Upaya ini terwujud setelah adanya laporan yang menyebutkan bahwa K mengalami kekerasan dalam pengasuhan yang seharusnya memberikan keamanan dan kasih sayang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surabaya, Ida Widayati, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentoleransi kekerasan dalam bentuk apapun, terutama terhadap anak-anak. Dalam situasi seperti ini, respons cepat dan dukungan yang tepat sangat penting untuk pemulihan korban.
Ida menjelaskan bahwa pemerintah kota telah melakukan berbagai langkah untuk memastikan K mendapatkan layanan yang diperlukan setelah laporan dugaan penganiayaan diterima. Langkah tersebut meliputi perawatan medis, pendampingan psikologis, dan pemenuhan hak-haknya sebagai seorang anak.
Pentingnya Respons Cepat dalam Kasus Kekerasan terhadap Anak
Kecepatan respons cepat dalam kasus kekerasan terhadap anak sangat crucial untuk meminimalkan dampak trauma. Begitu laporan diterima, Pemkot Surabaya langsung bertindak untuk menjamin keselamatan K dan memastikan tidak ada lagi ancaman bagi korban.
Pendampingan psikologis juga merupakan bagian dari pendekatan menyeluruh dalam menangani kasus-kasus kekerasan. Memastikan bahwa anak mendapat ruang untuk berbicara dan mendukungnya dalam proses penyembuhan adalah langkah penting dalam pemulihan mereka.
Ida menambahkan bahwa pengawasan kasus ini akan terus dilakukan hingga selesai dari berbagai aspek. Hal ini akan mencakup langkah-langkah hukum yang tegas serta pemulihan kesehatan fisik dan mental korban, agar K dapat menjalani masa kanak-kanaknya tanpa trauma dari peristiwa yang menyakitkan ini.
Peran Komunitas dalam Melindungi Anak dari Kekerasan
Ida juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang peduli dalam melaporkan kejadian tersebut. Dia menekankan bahwa kehadiran warga sekitar sangat penting sebagai garda terdepan dalam melindungi anak-anak dari kekerasan.
Komunitas yang aktif dan peduli akan menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak-anak. Apabila ada indikasi kekerasan, masyarakat diimbau untuk tidak ragu melapor kepada pihak berwenang agar tindakan bisa diambil segera.
Ida menegaskan bahwa setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan cepat dan profesional. Mengindahkan serta merespons dengan cepat semua laporan menjadi kunci untuk memastikan anak-anak tetap aman di lingkungan mereka.
Mendalami Kasus dan Penanganan Hukum yang Ditempuh
Dalam kasus K, dugaan penganiayaan dilakukan oleh paman dan bibinya berdasarkan laporan awal dari warga yang mendengar teriakan minta tolong. Proses hukum mulai berjalan setelah laporan diterima dan kasus ini direspons oleh aparat kepolisian setempat.
Setelah menerima laporan, polisi segera melakukan penanganan di lokasi kejadian dan mengamankan K. Terduga pelaku, Ufa Fahrul Agusti dan Sellyna Adika Wahyuni, telah menyerahkan diri dan saat ini sedang menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pelaku dijerat dengan hukum perlindungan anak yang mengatur sanksi bagi pelaku kekerasan. Hal ini menunjukkan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan anak adalah bagian dari upaya serius pemerintah untuk menjaga hak-hak anak dan memberikan efek jera bagi pelaku.
Mempersiapkan Masa Depan K yang Lebih Baik
Berdasarkan laporan, K saat ini telah dievakuasi dan tinggal bersama neneknya agar mendapatkan perlindungan yang lebih baik. Ini merupakan langkah positif untuk memastikan bahwa K tidak hanya aman, tetapi juga mendapat dukungan emosional dari lingkungan keluarga terdekatnya.
Ida menjelaskan bahwa pendampingan tidak berhenti setelah kejadian, tetapi adalah proses jangka panjang. Hal ini termasuk dalam pemenuhan identitas anak, seperti pengurusan akta kelahiran, yang merupakan hak dasar bagi tiap anak.
Selain itu, Pemkot Surabaya berencana untuk mengawasi akses K terhadap berbagai layanan pendidikan dan perlindungan sosial, agar ia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di masa depan. Semua langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa K memiliki masa depan yang lebih cerah dan terbebas dari trauma.



