Sebanyak 24 orang dinyatakan tewas setelah tenggelam di Sungai Uwe Wamena, Jayawijaya, Papua. Kejadian tragis ini terjadi menyusul putusnya jembatan gantung Wouma, yang memicu ketegangan antara suku di daerah tersebut.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, mengatakan bahwa upaya pencarian korban yang dilakukan oleh tim gabungan dari Kodim 1702/Jayawijaya dan Pos Basarnas Wamena terus berlangsung. Hingga saat ini, tim berhasil menemukan 24 jenazah.

Proses pencarian ini telah berjalan sejak putusnya jembatan pada 7 Mei 2026. Akan tetapi, informasi mengenai jumlah korban masih simpang siur dan belum sepenuhnya akurat.

Proses Pencarian Tim Gabungan di Lokasi Kejadian

“Sejak hari pertama putusnya jembatan gantung Wouma, kami telah melakukan pencarian,” kata Kapolres. Menurutnya, banyaknya spekulasi mengenai jumlah korban menjadikan situasi semakin sulit.

Walaupun laporan mengatakan bahwa mungkin ada 7 hingga 38 orang yang jatuh, data resmi yang pasti belum dapat diberikan oleh pihak berwenang. “Kami membutuhkan waktu untuk memastikan semua informasi yang beredar,” ujarnya.

Fokus pencarian dilakukan di tiga titik yang dianggap krusial, yaitu dari jembatan gantung yang putus menuju Jembatan Wouma dan area muara di belakang Bandara Wamena. Ini penting demi mempercepat penemuan korban yang masih hilang.

Gejolak Sosial dan Akibatnya terhadap Masyarakat Setempat

Situasi semakin buruk ketika muncul informasi mengenai korban tertentu, yang ternyata masih hidup. Hal ini menggugah emosi dan ketegangan di antara keluarga korban. Kapolres menjelaskan bahwa informasi yang keliru dapat menambah ketegangan di masyarakat.

“Untuk meredam gejolak ini, kami terus berusaha menemukan semua korban secara cepat,” terangnya. Proses pencarian dianggap penting untuk menyejukkan hati keluarga yang mengharapkan kabar baik.

Akhir pekan lalu, muncul isu tentang adanya konflik antarsuku sebagai dampak dari tragedi ini. Namun, pihak keamanan mengupayakan langkah-langkah preventif agar situasi tidak semakin parah.

Fokus Pencarian dan Dukungan dari Pihak Berwenang

Kapolres menekankan bahwa upaya pencarian akan terus dilakukan hingga semua korban ditemukan. Tim gabungan dari polisi dan militer sudah di lapangan untuk memastikan proses pencarian berjalan dengan baik.

“Kami akan terus bekerja sama dengan Basarnas dan pihak keamanan untuk menjaga ketertiban di daerah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa informasi masyarakat sangat diperlukan dalam proses pencarian untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tim penghubung juga dibentuk untuk menjembatani komunikasi antara keluarga korban dan pihak keamanan. Ini diharapkan dapat meredakan ketegangan yang muncul akibat peristiwa ini.

Iklan