Rangkaian kegiatan menuju puncak haji 2026 telah dimulai dengan langkah-langkah yang matang. Jemaah haji Indonesia bersiap berangkat ke Arafah dalam rangkaian ibadah yang penuh makna.
Kementerian Haji dan Umrah terus memastikan bahwa seluruh persiapan untuk layanan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina sudah siap. Saat ini, seluruh jemaah yang sudah tiba di Makkah melanjutkan ke fase persiapan akhir menuju Arafah.
Juru Bicara Kementerian Haji, Maria Assegaff, menyampaikan bahwa pergerakan jemaah dari hotel menuju Arafah dijadwalkan berlangsung hari ini, tepatnya pada tanggal 8 Dzulhijjah. Proses pengantaran ini akan dilakukan secara bertahap dengan tiga jadwal yang telah ditentukan.
Persiapan Minimalkan Risiko Selama Puncak Haji
Maria menjelaskan bahwa pengantaran jemaah haji Indonesia ke Arafah akan dilakukan dalam tiga trip, yaitu pada pukul 07.00, 11.30, dan 16.30 waktu Arab Saudi. Oleh karena itu, jemaah diminta untuk mematuhi jadwal dan mengikuti arahan yang diberikan oleh petugas.
Penting bagi jemaah untuk tidak bergerak sendiri dan tetap bersama rombongan yang telah ditentukan. Hal ini untuk meminimalkan risiko kehilangan arah dan memastikan keselamatan selama perjalanan.
Satuan Tugas Arafah telah dikerahkan untuk memastikan seluruh layanan di lokasi sudah siap. Pengecekan akhir untuk tenda, konsumsi, transportasi, kesehatan, dan bimbingan ibadah juga sedang dilakukan.
Fase Armuzna Penting Dalam Pelaksanaan Haji
Maria mengungkapkan bahwa fase Armuzna adalah tahap paling penting dan padat dalam pelaksanaan ibadah haji. Oleh karena itu, berbagai layanan harus benar-benar siap agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan tertib dan nyaman.
Dalam rangka menjaga kondisi fisik, Kementerian Haji juga mengingatkan jemaah untuk memperbanyak istirahat, makan teratur, dan minum air yang cukup. Ini semua demi kelancaran ibadah selama di Arafah.
Persiapan barang bawaan juga menjadi hal penting sebelum keberangkatan. Jemaah diimbau untuk membawa barang yang diperlukan dan menghindari beban berat yang bisa mengganggu kesehatan dan keselamatan.
Pentingnya Kesadaran Sosial Antara Jemaah Haji
Maria mengajak seluruh jemaah dan petugas untuk saling peduli, terutama untuk jemaah yang lansia, disabilitas, wanita, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu. Kesadaran sosial ini diperlukan untuk menjaga keselamatan bersama.
Jika ada jemaah yang tampak kebingungan atau terpisah dari rombongan, disarankan agar segera mengarahkan mereka kepada petugas terdekat. Keselamatan jemaah merupakan tanggung jawab bersama dan harus dijaga oleh semua pihak.
Kementerian Haji juga terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta seluruh unsur layanan untuk memastikan pelaksanaan ibadah selama Armuzna berlangsung optimal. Dengan demikian, diharapkan semua jemaah dapat menjalani ibadah dengan baik.



