Film “Dosa: Penebusan atau Pengampunan” yang disutradarai oleh Sondang Pratama telah menjadi salah satu karya menarik yang perlu disimak. Dalam film ini, Riza Irsyadillah berperan sebagai Bima, seorang suami yang terjebak dalam situasi tertekan setelah mengalami kecelakaan mobil bersama istrinya, Ersya yang diperankan oleh Ratu Sofya.
Setelah kecelakaan tersebut, mereka find refuge di Hotel Samsara, namun tak disangka, suasana tenang cepat berubah menjadi mencekam. Di hotel tua itu, pasangan ini mulai diteror oleh sosok misterius yang menambah ketegangan di film bergenre drama thriller dan horor ini.
Aktor Utama Menghadapi Tantangan Fisik dan Emosional
Riza Irsyadillah telah menjelaskan bahwa hampir 80 persen dari keseluruhan adegan film ini sangat menguras tenaga dan emosi. Pengalaman syuting di dalam studio yang memiliki suhu dingin menjadi tantangan tersendiri bagi para aktor.
“Suhu dingin di studio membuat kami harus beradaptasi. Sering kali, saya harus mencari cara agar tetap hangat di sela-sela pengambilan gambar,” ungkap Riza saat berbicara di Epicentrum XXI Jakarta.
Tantangan lainnya yang dihadapi adalah banyaknya adegan yang melibatkan air, baik dari air hujan maupun dalam konteks mandi di malam hari. Riza harus mempersiapkan diri lebih jauh untuk menjalani adegan-adegan tersebut dengan baik.
Momen Menguras Emosi dalam Film
Dalam film ini, terdapat dua adegan yang dianggap Riza sangat mendalam secara emosional. Salah satunya adalah momen ketika Bima bertemu kembali dengan ibunya setelah sekian lama berpisah.
Setelah teror yang ia alami dan pencarian yang melelahkan untuk menemukan istrinya, ingatan akan ibunya menjadi sangat berarti. Momen ini memberikan nuansa yang lebih mendalam pada karakter Bima dan memberikan perspektif tentang hubungan keluarga.
Riza menjelaskan bahwa pengalaman emosi yang kompleks ini sangat membantunya memahami karakter yang ia perankan. Adegan tersebut menjadi salah satu puncak dari perjalanan emosional film ini.
Pentingnya Kerja Sama Tim dalam Proses Produksi
Kerja sama antara seluruh tim produksi menjadi sangat krusial dalam menciptakan film berkualitas. Tanpa dukungan dari kru, setiap elemen film akan sulit untuk direalisasikan dengan sempurna.
“Kami memiliki tim yang luar biasa. Setiap orang berkontribusi dengan cara mereka masing-masing, dan itu membuat proses syuting lebih menyenangkan meskipun tantangannya cukup banyak,” ujar Riza.
Kolaborasi yang baik antara sutradara, penulis naskah, dan semua aktor juga terwujud dalam setiap adegan film. Hal ini menciptakan keselarasan yang dapat dilihat oleh penonton dari keseluruhan hasil produksi.



