loading…

Universitas Tarumanagara (Untar) baru-baru ini memberikan respons resmi terkait dengan gugatan yang diajukan oleh keluarga penyanyi Keisya Levronka. Gugatan ini melibatkan insiden jatuhnya adiknya, Lexi Valleno Havlenda, dari lantai enam gedung Untar pada tahun 2024.

Gugatan tersebut resmi dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat, di mana keluarga Keisya meminta pertanggungjawaban dari pihak Universitas. Keluarga mengajukan tuntutan ganti rugi materiil dan immateriil yang totalnya mencapai lebih dari Rp1 miliar atas peristiwa yang mengakibatkan cedera serius pada Lexi.

Pihak keluarga menyatakan bahwa mediasi yang dilakukan sebelumnya tidak membuahkan hasil. Hal ini membuat mereka merasa perlu mengambil langkah hukum untuk mendapatkan keadilan bagi Lexi dan pertanggungjawaban dari Untar.

Gugatan Resmi Keluarga Keisya Levronka Terhadap Universitas

Keluarga Keisya Levronka secara resmi menggugat Yayasan Tarumanagara serta Untar sebagai lembaga pendidikan yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Gugatan dilayangkan pada awal Juli 2026, dengan alasan mereka tidak puas dengan tindakan yang diambil selama proses mediasi.

Dalam gugatan ini, keluarga menuntut total ganti rugi yang meliputi kerugian materiil dan immateriil. Mereka beranggapan bahwa Untar sebagai institusi pendidikan seharusnya menjaga keamanan dan keselamatan untuk semua mahasiswanya, termasuk Lexi.

Hendro Widodo, sebagai kuasa hukum keluarga, menyatakan bahwa tuntutan ini merupakan upaya untuk memberi tekanan kepada pihak universitas agar bertanggung jawab. “Kami ingin agar Untar memahami konsekuensi dari insiden ini dan bertanggung jawab sepenuhnya,” ujar Hendro.

Peristiwa Jatuhnya Lexi Valleno Havlenda: Kronologi Singkat

Peristiwa jatuhnya Lexi terjadi pada September 2024 dan menjadi berita hangat. Lexi terjatuh dari lantai enam gedung Untar, yang menimbulkan pertanyaan mengenai faktor keselamatan di lingkungan kampus.

Pihak keluarga berharap dengan adanya gugatan ini, perhatian publik akan terfokus pada keselamatan mahasiswa di institusi pendidikan. “Kami ingin agar kejadian serupa tidak terjadi lagi pada orang lain,” tambah Hendro.

Insiden ini pun menimbulkan berbagai tanggapan dari publik berkaitan dengan tanggung jawab institusi pendidikan terhadap keselamatan para mahasiswanya. Keluarga Keisya merasa bahwa ini adalah langkah penting untuk harapan di masa depan.

Respons Resmi dari Universitas Tarumanagara

Pihak Untar mengungkapkan keprihatinan mendalam atas insiden yang menimpa Lexi. Mereka berkomitmen untuk bekerja sama dengan proses hukum yang ada dan memberikan klarifikasi lebih lanjut terkait gugatan tersebut.

Dalam pernyataan resmi, universitas menyatakan bahwa keselamatan mahasiswa adalah prioritas utama. Mereka menekankan bahwa insiden ini adalah hal yang sangat disayangkan dan mengingatkan bahwa penanganan keselamatan terus menjadi fokus utama bagi mereka.

Universitas juga mengungkapkan keinginan untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum yang sesuai. “Kami berharap agar proses hukum ini berlangsung dengan adil dan transparan,” tulis mereka dalam pernyataan.

Iklan