Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus mengonfirmasi bahwa rumah yang digeledah oleh pihak kepolisian di Parahyangan Golf 2, Sentul, Bogor, adalah kediaman pribadinya. Penggeledahan ini dilakukan berkenaan dengan kasus dugaan pencucian uang dan korupsi yang melibatkan transaksi terkait batu bara serta Asabri.
Dalam konferensi pers yang diadakan, Febrie menjelaskan bahwa kepemilikan rumah tersebut sudah jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, ia merespons penemuan sejumlah barang berharga dalam penggeledahan tersebut.
Jumlah barang bukti yang disita meliputi emas batangan seberat 74 kg dan uang tunai dalam berbagai pecahan. Total nilai barang bukti tersebut diperkirakan mencapai Rp 476 miliar dan merupakan bagian penting dalam penyidikan yang tengah berlangsung.
Penyidikan yang Melibatkan Beberapa Lokasi dan Penemuan Menarik
Febrie menambahkan bahwa dalam penggeledahan tersebut, penyidik berhasil menemukan barang-barang berharga lain, termasuk ponsel dan foto keluarga yang diduga milik pemilik rumah tersebut. Semua barang bukti yang disita diduga berhubungan dengan aktivitas keuangan yang mencurigakan.
Ia juga menegaskan bahwa semua temuan tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Dalam konteks hukum, ia menekankan pentingnya mengikuti prosedur yang telah ditentukan untuk menjelaskan penemuan tersebut secara jelas.
Bersamaan dengan penggeledahan rumah pribadinya, tim penyidik juga melakukan pengecekan di 12 lokasi lain. Lokasi-lokasi tersebut termasuk kafe, money changer, serta beberapa perusahaan yang diduga terlibat dalam aktivitas pencucian uang.
Rincian Lokasi yang Digeledah oleh Penyidik
Penggeledahan dilakukan di sejumlah lokasi, di mana masing-masing memiliki keterkaitan dalam kasus ini. Di antaranya adalah PT CBS yang berlokasi di Cengkareng Timur dan Penjaringan, serta PT KNI di Petojo Selatan, Jakarta Pusat.
Lokasi lainnya yang turut digeledah meliputi rumah saudara dari salah satu pihak yang terkait, serta kafe de’Clan Signature di Cipete. Penyelidikan ini mencakup banyak area untuk memastikan bahwa semua aspek penipuan dapat ditangani dengan baik.
Kepolisian juga mengamankan rumah-rumah yang ditemukan di lokasi strategis seperti Mega Kuningan dan Gandaria Selatan. Setiap lokasi tersebut berpotensi memiliki bukti penting yang dapat membantu penyelidikan lebih lanjut.
Keterlibatan Beberapa Badan dalam Penyidikan Kasus Korupsi
Menurut pihak kepolisian, penyidikan kasus ini melibatkan mekanisme joint investigation antara Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Agung. Kegiatan ini bertujuan untuk menangani kasus korupsi dan pencucian uang yang sedang dalam proses penyidikan.
Febrie mengungkapkan bahwa ada beberapa perkara yang ditangani secara bersamaan, termasuk masalah yang melibatkan PLN dan Asabri. Koordinasi antara berbagai pihak menjadi kunci dalam memastikan penyelidikan berjalan efektif.
Dari pihak kepolisian, Kakortas Tipidkor Polri menjelaskan bahwa penggeledahan ini merupakan langkah penting dalam proses penanganan hukum. Badan-badan yang terlibat diharapkan dapat saling mendukung untuk mengungkap kasus ini secara mendalam.



