Bupati Blora, Arief Rohman, mendapati cara unik dalam menjamu tamu dari pemerintah pusat. Alih-alih menggelar acara di hotel atau restoran mewah, ia mengundang Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Ahmad Erani Yustika, beserta rombongan untuk menikmati kuliner khas di Warung Lontong Opor Pak Pangat, Ngloram, pada Jumat, 17 Juli.
Rombongan yang dihadiri juga oleh Direktur PEM Akamigas Cepu, Erdila Indriani, menciptakan suasana makan siang yang hangat dan jauh dari kesan formal. Kegiatan ini tidak hanya tentang makanan, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman yang berkesan bagi para tamu.
Arief menekankan bahwa pemilihan warung lokal ini merupakan langkah strategis untuk memperkenalkan potensi kuliner daerah sekaligus mendorong promosi UMKM Blora di tingkat nasional. Ini adalah momen penting untuk menunjukkan kekayaan budaya dan cita rasa lokal kepada para pengambil kebijakan.
Mengapa Memilih Kuliner Lokal sebagai Diplomasi?
Bagi Arief Rohman, mengajak tamu penting untuk mencicipi makanan lokal bukan hanya sekadar mengisi perut. Ia menyebutnya sebagai diplomasi kuliner, sebuah strategi untuk memperkenalkan UMKM Blora secara langsung kepada pengambil keputusan nasional.
Menurutnya, pengalaman sensorik mencicipi makanan di tempat asalnya akan meninggalkan kesan yang lebih mendalam dibandingkan dengan promosi melalui media atau brosur. Ini adalah cara untuk menyampaikan cerita Blora dengan cara yang lebih menarik dan berkesan.
“Ketika mereka menikmati dan mengapresiasi makanan yang kami sajikan, mereka secara tidak langsung menjadi duta Blora,” ujarnya. Keberhasilan dalam menciptakan kesan ini berpotensi membawa dampak positif bagi investasi dan promosi produk lokal.
Respon Positif dari Tamu Terhormat
Ahmad Erani Yustika memberikan respons positif setelah mencicipi Lontong Opor Pak Pangat. Ia mengakui bahwa saat ini sudah menemukan cita rasa opor yang terbaik, dan itu berasal dari Blora, bukan dari daerah lain.
Pujian yang dilontarkan oleh Erani mengenai tekstur lontong dan citarasa opor menjadi momen berharga bagi komunitas UMKM di Blora. Ia mengatakan, “Lontongnya sangat enak, dipadukan dengan opor yang rasanya luar biasa,” yang disambut tawa gembira dari seluruh pengunjung warung.
Pujian ini bukan hanya sekadar ucapan, tetapi juga menjadi pengakuan bahwa kuliner lokal Blora tidak kalah saing dengan yang ada di kota besar. Ini memberikan motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.
Peran UMKM dalam Ekonomi Daerah
Lontong Opor Pak Pangat bukanlah satu-satunya yang ada dalam peta kuliner di Blora; ia hanyalah salah satu contoh dari ribuan UMKM yang sedang didorong untuk berkembang. Pemerintah daerah memahami peran vital UMKM sebagai pilar utama perekonomian warga.
Program pemberdayaan yang dijalankan oleh Pemkab Blora mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan berkala hingga fasilitasi perizinan. Dengan langkah ini, diharapkan pelaku UMKM di Blora bisa bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Arief tegas mengatakan bahwa keberhasilan Blora tidak hanya diukur dari proyek infrastruktur, melainkan juga dari kekuatan ekonomi masyarakat. Melalui makanan lokal, Blora berharap dapat memperkenalkan diri kepada dunia luar.
Membawa Pesan dari Blora ke Tingkat Nasional
Lewat sepiring lontong opor yang disajikan, Blora seakan mengirimkan pesan kuat kepada dunia luar. Ada rasa yang berkelas, UMKM yang tangguh, dan keramahan yang siap menyambut siapa saja. Semua ini adalah kombinasi yang menjadi daya tarik bagi pengunjung dan investor.
Dengan demikian, Arief berharap bahwa pengalaman yang diberikan kepada tamu penting ini tidak hanya membawa kesan positif, tetapi juga membuka peluang bagi investasi di kota kecil ini. Tindakan ini memperlihatkan kekuatan UMKM, terutama saat momen-momen penting seperti ini.
Dalam dunia yang semakin terhubung, mengenalkan kuliner lokal menjadi langkah strategis untuk menarik perhatian. Melalui diplomasi kuliner, Blora memperlihatkan bahwa mereka memiliki potensi dan kualitas yang patut diperhitungkan.



