Setelah menikah dengan penyanyi Raissa Ramadhani, aktor Arbani Yasiz semakin aktif dalam dunia seni peran. Salah satu proyek terbarunya adalah serial berjudul Keluarga Yang Tak Dirindukan, di mana ia beradu akting dengan aktor dan aktris muda berbakat lainnya.
Keluarga Yang Tak Dirindukan mengisahkan kehidupan tiga bersaudara, yaitu Firza, Thoriq, dan adik angkat mereka, Zahra. Kehidupan mereka berantakan setelah insiden tragis menimpa sang ayah, Santoso, yang membuat semuanya berubah secara drastis.
Ketidakmampuan Santoso untuk bekerja lagi menambah beban mereka. Dalam situasi yang sulit ini, Firza, Thoriq, dan Zahra harus mengambil keputusan sulit: membantu ayah mereka atau memikirkan diri sendiri? Tema ini menggambarkan konflik emosional yang sering dihadapi dalam sebuah keluarga.
Perjalanan Karier Arbani Yasiz Dalam Serial Keluarga Yang Tak Dirindukan
Membaca naskah serial tersebut membuat Arbani merasa tertegun. Dengan statusnya sebagai kepala keluarga, ia merasa ada berat yang harus diemban dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Serial ini adalah kesempatan bagi saya untuk belajar banyak dan bercermin,” ungkap Arbani saat menjelaskan perasaannya. Ia berharap bisa membangun keluarga yang lebih harmonis dan bahagia daripada yang digambarkan dalam kisah tersebut.
Arbani mengakui pentingnya tanggung jawab dalam rumah tangga, dan ia merasa bahwa melalui perannya, ia dapat memahami lebih dalam bagaimana menjalani kehidupan keluarga. Serial ini memberikan pelajaran berharga yang akan membantunya kelak.
Memahami Konsep Sandwich Generation Dalam Serial
Keluarga Yang Tak Dirindukan menawarkan pandangan mendalam mengenai fenomena sandwich generation. Ini menggambarkan situasi di mana anak-anak harus merawat orang tua mereka sambil memenuhi kebutuhan keluarga mereka sendiri.
Konflik antara Firza dan Thoriq sebagai respon terhadap masalah ayah mereka mencerminkan perbedaan cara pandang yang sering timbul. Di sini, Arbani belajar bahwa komunikasi yang baik adalah kunci untuk menghindari salah paham dalam keluarga.
Pengalaman dalam syuting membuatnya menyadari pentingnya dukungan emosional dalam lingkungan keluarga. Setiap anggota keluarga harus bisa saling mendengarkan dan memahami, agar tidak terjadi salah interpretasi.
Peran Komunikasi Dalam Membangun Hubungan Keluarga
Dalam interaksi sehari-hari, komunikasi yang efektif menjadi hal yang sangat penting. Arbani menuturkan bahwa walau kesibukan syuting menyita waktu, ia berusaha untuk tetap meluangkan waktu ngobrol dengan pasangannya.
“Setelah pulang dari lokasi syuting, saya sering menghabiskan waktu untuk berbagi cerita,” ujarnya. Hal ini diakuinya sangat membantu untuk menjaga hubungan agar tetap harmonis.
Pentingnya komunikasi yang efektif tidak hanya untuk pasangan, tetapi juga untuk seluruh anggota keluarga. Arbani percaya bahwa dengan komunikasi terbuka, banyak masalah dapat diselesaikan lebih cepat.
Persiapan Menyambut Bulan Ramadan Pertama Sebagai Suami
Menjelang bulan Ramadan yang akan datang, Arbani merasa campur aduk antara antusiasme dan kecemasan. Ini adalah Ramadan pertamanya setelah menikah, dan ia berharap momen spesial ini akan diisi dengan kebersamaan.
“Jujur, saya merasa deg-degan. Bagaimana nanti jika harus berpisah waktu buka puasa atau sahur karena pekerjaan,” ucapnya. Namun, di sisi lain, ia membayangkan kebahagiaan berbuka bersama dan melaksanakan ibadah tarawih bersama keluarga.
Ramadan menjadi momen refleksi dan penguatan keluarga bagi Arbani. Dia berharap bisa menciptakan banyak kenangan indah selama bulan suci tersebut, sehingga keluarga mereka semakin kuat dan erat.


