Malam tahun baru selalu menjadi momen yang penuh harapan dan renungan. Dalam suasana hangat ini, banyak orang merayakan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengingat mereka yang kurang beruntung.
Salah satu cara merayakan malam pergantian tahun adalah dengan menghargai kehidupan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama. Ada yang memilih untuk berpesta, sementara yang lain lebih memilih untuk merayakan dengan cara yang sederhana tapi mengesankan.
Desainer Migi Rihasalay dan suaminya, Andrew James, memilih pendekatan yang unik dan penuh makna. Mereka merayakan Tahun Baru 2026 dengan menyalakan 1.000 lilin sebagai simbol harapan dan cahaya bagi mereka yang sedang berjuang.
Perayaan bersama keluarga dan teman dekat di lokasi menawan
Perayaan tahun baru ini digelar di dua lokasi yang eksotis, yaitu Karimunjawa di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan Kampung Joglo di Kabupaten Pandeglang, Banten. Setiap titik menjadi tempat berkumpul yang penuh dengan cahaya lilin yang menghiasi malam.
Dalam suasana tersebut, Migi dan Andrew mengundang kerabat serta teman-teman terdekat untuk berbagi kebahagiaan. Momen ini mengajak setiap tamu untuk merenungkan arti dari harapan yang terpatri dalam setiap cahaya lilin yang dinyalakan.
“Kami ingin membangun optimisme bersama,” ungkap Migi. “Dengan cahaya ini, kami berharap dapat menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang dan tidak kehilangan harapan.”
Makna di balik seribu lilin dan doa untuk korban bencana
“Saya berterima kasih kepada suami tercinta, keluarga dan teman-teman yang ikut berpartisipasi dalam perayaan ini,” tulis Migi dalam sebuah pernyataan. Saat menjelang pergantian tahun, ia merasakan betapa pentingnya untuk menunjukkan empati kepada mereka yang terdampak bencana.
Dalam perayaan tahun ini, Migi menyampaikan bahwa hati dan pikiran mereka tertuju kepada saudara-saudara yang sedang berjuang menghadapi banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Rasa duka yang menimpa satu daerah, menurutnya, adalah duka bagi seluruh bangsa.
Penekanan pada pembacaan doa di malam tahun baru menjadi fokus utama. Migi menekankan, “Kami berharap bencana ini cepat berlalu dan mereka yang terdampak dapat segera mengambil langkah untuk bangkit kembali.”
Sebagai cara meningkatkan kesadaran sosial di tengah perayaan
Perayaan yang penuh makna ini menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran sosial. Migi dan Andrew berharap bisa mengajak orang lain untuk sama-sama merasakan kepedulian terhadap sesama.
Dengan menyalakan lilin, tamu diundang untuk berdoa dan berharap bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan. Tindakan ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga pengingat bahwa di tengah keceriaan, ada tanggung jawab untuk saling peduli.



