Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menerima banyak aduan dari masyarakat mengenai kinerja Polri sepanjang tahun 2025. Dari total 1.291 aduan yang diterima, mayoritas berkaitan dengan Satuan Reserse yang menangani berbagai kasus kriminal.

Anggota Kompolnas, Yusuf Warsim, menjelaskan bahwa 90 persen dari semua pengaduan tersebut berfokus pada keluhan masyarakat terhadap penyelidikan dan penyidikan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran Satuan Reserse dalam menjaga kepercayaan publik terhadap Polri.

Dalam laporan yang disampaikan pada konferensi pers, pengaduan yang diterima terdiri dari berbagai kategori, mulai dari pelayanan buruk hingga dugaan penyalahgunaan wewenang. Ini menggambarkan tantangan yang dihadapi oleh institusi kepolisian dalam memenuhi harapan masyarakat.

Rincian Keluhan Masyarakat Terhadap Kinerja Polri di Tahun 2025

Dari 1.291 pengaduan yang diterima, sebanyak 1.196 aduan ditujukan kepada Satuan Reserse. Selain itu, terdapat 81 aduan terkait Divisi Propam, 12 untuk Satuan Lantas, dan aduan lainnya untuk Biro Dokkes, SDM, serta Brimob.

Dari analisis keluhan, Yusuf menyebutkan mayoritas adalah terkait pelayanan yang buruk, dengan 953 aduan tercatat. Hal ini mencerminkan perlunya peningkatan kualitas pelayanan di lingkungan kepolisian demi memuaskan masyarakat.

Kemudian, terdapat 302 pengaduan berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan wewenang, 32 mengenai diskriminasi, serta 3 terkait pemberian diskresi yang keliru. Situasi ini menunjukkan kompleksitas masalah yang dihadapi Polri dalam menjalankan tugasnya.

Inovasi Sarana Pengaduan Digital untuk Masyarakat

Pada tahun 2026 ini, Kompolnas berencana meluncurkan sistem pengaduan secara digital yang dikenal sebagai E-SKM. Dengan adanya aplikasi ini, masyarakat dapat melakukan pengaduan secara efektif dan efisien.

Yusuf menekankan bahwa aplikasi ini akan mempermudah masyarakat dalam menyampaikan keluhan mereka. Masyarakat hanya perlu mendaftarkan identitas dan mengisi detail keluhan, bahkan dapat mengunggah dokumen pendukung sebagai bukti.

Harapannya, dengan sistem baru ini, proses penanganan pengaduan dapat berlangsung lebih cepat dan lebih jelas, serta memberikan kepuasan kepada masyarakat. Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keluhan masyarakat.

Refleksi Kapolri Mengenai Kinerja Polri di Akhir Tahun 2025

Pada akhir tahun 2025, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memberikan refleksi mengenai kinerja Polri. Dalam kesempatan ini, dia menyoroti pentingnya evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Polri.

Kapolri mengakui bahwa terdapat banyak hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan tulus, dia minta maaf kepada masyarakat atas segala kekurangan yang ada, menandakan komitmen mereka untuk memperbaiki diri.

Listyo kemudian menjabarkan tiga komitmen utama yang akan menjadi fokusnya di tahun yang akan datang. Pertama adalah komitmen untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, terutama di kalangan kelompok rentan yang sering terabaikan.

Kedua, Listyo menegaskan pentingnya Polri bersikap lebih humanis dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dia mendorong jajaran Polri untuk meningkatkan aksesibilitas layanan kepada publik, termasuk melalui layanan call center Polri.

Ketiga, ia menekankan penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku kejahatan. Hal ini diharapkan dapat membantu membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai institusi yang melindungi dan mengayomi rakyat.

Iklan