Insiden tragis terjadi di Kampung Tembeling Tanjung, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, ketika seorang nelayan bernama Imran bin H Sanjah (34) ditemukan tewas akibat diterkam buaya saat hendak menjaring ikan. Peristiwa ini mengguncang warga setempat dan menyoroti risiko keberadaan hewan buas di kawasan perairan tersebut.
Menurut keterangan yang diperoleh, kejadian itu berlangsung pada sekitar pukul 3.30 WIB, di mana korban sedang bersiap melaut menggunakan sampan. Tiba-tiba, buaya menyerang dan menyeretnya ke laut, membuat warga sekitar berlari untuk menolong.
Ramli, Ketua RT 01/RW 01, menjelaskan bahwa meskipun upaya penyelamatan dilakukan oleh kakak korban dengan parang, buaya tersebut tetap membawa Imran jauh ke tengah laut. Setelah beberapa waktu, buaya itu melepaskan korban, tetapi dia sudah tidak bernyawa ketika ditemukan.
Korban akhirnya ditemukan di sekitar pelantar rumah tidak jauh dari tempat kejadian dengan luka serius di bagian kepala, mata, dan bahu. Kejadian ini mengingatkan warga akan bahaya yang mengintai mereka di perairan yang seharusnya menjadi sumber kehidupan.
Pengalaman Pahit yang Belum Terlupakan oleh Warga
Kejadian serupa pernah menimpa warga di Kampung Tembeling Tanjung tahun lalu, di mana seseorang mengalami luka parah akibat serangan buaya. Pengalaman ini kini menjadi kenangan pahit bagi masyarakat, meningkatkan kekhawatiran tentang keselamatan mereka.
Saat ditemui, Ramli kembali menegaskan perlunya perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Bintan dalam menangani masalah buaya. Ia berharap ada langkah konkret untuk mengurangi risiko serangan hewan buas ini, agar jatuhnya korban jiwa dapat dihindari di masa mendatang.
Masyarakat mulai merasa terancam dengan keberadaan buaya yang semakin mendekati permukiman. Banyak yang merasa khawatir saat melakukan aktivitas di sekitar perairan, terutama bagi mereka yang bergantung pada hasil laut.
Penanganan Oleh Pihak Berwenang yang Dinantikan
Kepala UPT Damkar Toapaya Asri, Makmur, juga berkomitmen untuk menyikapi masalah ini secara serius. Memang sudah ada laporan dari warga mengenai keberadaan buaya yang berpotensi membahayakan, tetapi upaya penyelamatan menjadi terlambat karena korban sudah ditemukan lebih awal.
Makmur menegaskan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan BKSDA untuk aduan tentang buaya di wilayah tempat tinggal mereka. Ini menunjukkan adanya kesadaran dari pihak berwenang untuk menanggapi keluhan warga dan bertindak sesuai prosedur yang ada.
Kepala UPT Damkar juga menekankan pentingnya evakuasi buaya-buaya tersebut untuk mengantisipasi insiden yang lebih tragis. Masyarakat sangat mengharapkan adanya tindakan nyata dari pemerintah untuk menangani masalah ini.
Komunikasi dan Edukasi Masyarakat Tentang Bahaya Buaya
Pentingnya edukasi masyarakat tentang tindakan yang harus diambil saat bertemu dengan buaya juga menjadi sorotan. Masyarakat perlu memahami seluk-beluk perilaku hewan buas ini agar bisa menghindari situasi berbahaya.
Langkah preventif seperti sosialisasi mengenai perjalanan nelayan dan cara aman beraktivitas di dekat perairan perlu dilakukan secara rutin. Hal ini bukan hanya melindungi warga, tetapi juga menyelamatkan nyawa termasuk hewan yang terancam punah.
Keterlibatan masyarakat dalam upaya menjaga keselamatan mereka sendiri juga sangat penting. Mereka harus dibekali dengan informasi dan pengetahuan sehingga bisa mengambil langkah tepat saat menghadapi situasi darurat.



