Di tengah keheningan malam menyambut Tahun Baru, sebuah peristiwa tragis terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Seorang pemuda berinisial MFS berusia 19 tahun ditemukan tewas diduga akibat pengeroyokan yang dilakukan oleh sekelompok orang, menciptakan suasana mencekam saat pergantian tahun.

Kematian MFS terungkap setelah pihak kepolisian menerima laporan mengenai penganiayaan di Jalan Kerung-kerung. Kasus ini menjadi sorotan, mengingat kecenderungan kekerasan yang sering terjadi saat rangkaian perayaan di masyarakat.

Fakta Awal Kasus Pengeroyokan yang Mencuat di Makassar

Peristiwa tragis ini terjadi pada dini hari, tepatnya pada 1 Januari. Saat insiden terjadi, korban sedang berada di sebuah warung bersama sepupunya, RAA, ketika melihat sekelompok orang bermain petasan secara sembarangan.

Bermula dari teguran yang disampaikan oleh MFS kepada mereka yang menyalakan petasan, situasi semakin memanas saat para pelaku merasa tersinggung dan mulai menganiaya korban. Saksi dari kejadian ini, RAA, mengisahkan bagaimana insiden tersebut terjadi secara cepat dan tidak terduga.

RAA menceritakan, meskipun ia mencoba menghentikan perilaku berbahaya tersebut, para pelaku tetap melanjutkan aksi mereka. Mereka berjumlah sekitar tujuh orang, dan beberapa di antaranya membawa senjata tajam, meningkatkan tingkat ketegangan dalam suasana yang sudah tidak kondusif tersebut.

Budi Daya Masyarakat dan Perayaan yang Tidak Aman

Perilaku pengeroyokan dan kekerasan dalam perayaan tahun baru bukanlah hal baru di masyarakat. Insiden serupa sering kali terjadi, terutama saat masyarakat merayakan momen-momen penting, di mana euforia sering kali disalahartikan menjadi kekerasan. Pelibatan petasan dan alkohol juga sering menjadi pemicu terjadinya hal ini.

Aksi brutal yang terjadi di Makassar menyentuh isu lebih besar mengenai keselamatan publik selama perayaan. Ramai dan kerumunan sering kali tidak dapat dihindari, tetapi penting untuk memikirkan cara untuk menjaga suasana aman dari berbagai bentuk kekerasan.

Banyak orang berpendapat bahwa pengawasan yang lebih ketat dan kesadaran kolektif sangat diperlukan. Idealnya, masyarakat harus bersikap proaktif dalam menjaga satu sama lain, terutama dalam situasi yang berpotensi memicu kekerasan.

Penyelidikan Pihak Kepolisian yang Berlanjut

Polrestabes Makassar bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai kejadian ini. Penyidik mulai mengumpulkan informasi dan mencari saksi-saksi untuk mendapatkan keterangan lebih jelas mengenai kejadian tersebut. Investigasi ini sangat penting untuk mengungkap pelaku dan memastikan bahwa keadilan ditegakkan.

Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, mengonfirmasi bahwa penyelidikan masih berlangsung. Selain itu, ia juga menyatakan pentingnya masyarakat untuk memberikan informasi jika mengetahui hal yang mencurigakan.

Dalam proses penyelidikan ini, jika pelaku pengeroyokan dapat diidentifikasi, diharapkan dapat menambah efek jera dan mengatasi masalah kekerasan yang sering kali menghantui saat malam perayaan. Penegakan hukum yang tegas sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan publik.

Iklan