Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf, yang sering dipanggil Gus Irfan, menyampaikan pesan penting kepada seluruh petugas haji untuk menjaga nama baik Indonesia. Saat bertugas di tanah suci, para petugas diharapkan menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab sebagai wakil negara.
Dalam pidatonya yang berlangsung di Jakarta, Gus Irfan menekankan betapa krusialnya peran petugas haji dalam pelaksanaan ibadah ini. Mereka bukan hanya melaksanakan tugas administrasi, tetapi juga menjadi wajah Indonesia di mata dunia.
Gus Irfan menjelaskan bahwa kehadiran petugas tidak hanya dinilai dari keberhasilan pekerjaan yang telah dilakukan, tetapi juga dari cara mereka berperilaku, berkomitmen, serta memberikan pelayanan kepada jemaah. Kualitas sikap ini sangat penting dalam menciptakan pengalaman ibadah yang baik.
Pentingnya Peran Petugas Haji dalam Pelaksanaan Ibadah
Petugas haji memiliki tanggung jawab yang sangat strategis dalam memastikan pelaksanaan ibadah berjalan semestinya. Mereka harus mampu mengatasi berbagai tantangan yang muncul dalam pelayanan di tanah suci.
Selain itu, petugas haji juga dituntut untuk memiliki integritas dan kedisiplinan yang tinggi. Hal ini penting karena mereka akan berinteraksi dengan berbagai jemaah dari latar belakang yang berbeda-beda, yang membutuhkan layanan sesuai harapan.
Gus Irfan juga menjelaskan bahwa pengalaman, keterampilan teknis, dan pengetahuan mengenai regulasi haji sangat dibutuhkan. Namun, semua itu tidak akan cukup tanpa adanya etika yang baik dalam melayani jemaah.
Disiplin dan Etika dalam Melayani Jemaah Haji
Pentingnya disiplin dalam melayani jemaah di tanah suci menjadi penekanan bagi Gus Irfan. Ia menyatakan bahwa disiplin mencakup banyak aspek, mulai dari mematuhi regulasi hingga menjaga integritas dalam setiap tindakan.
Menurutnya, setiap petugas harus memahami perannya secara jelas dan menjalankannya dengan sebaik-baiknya. Ini termasuk disiplin waktu dan pemahaman mendalam tentang kewenangan masing-masing. Hal ini krusial untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi jemaah.
Gus Irfan juga mengingatkan bahwa etika kerja yang baik akan mencerminkan identitas bangsa. Para petugas menjadi duta tanah air yang perlu menunjukkan sikap dan tindakan positif yang mencerminkan budaya dan nilai-nilai Indonesia.
Jadwal Perjalanan Haji untuk Tahun 2026
Perjalanan haji untuk tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi diprediksi akan dimulai pada bulan April. Keberangkatan gelombang pertama dijadwalkan pada 22 April menuju Kota Madinah.
Sementara itu, gelombang kedua jemaah akan langsung berangkat ke Mekah pada 7 Mei. Hal ini menunjukkan bahwa persiapan untuk perjalanan haji harus dilakukan jauh-jauh hari untuk memastikan semua kebutuhan jemaah terpenuhi.
Puncak ibadah haji akan terjadi pada tanggal 25 Mei, saat jemaah mulai menuju Arafah, dan wukuf di Arafah pada tanggal 26 Mei. Fase ini sangat krusial dalam rangkaian ibadah haji yang harus diperhatikan oleh semua petugas.
Setelah menyelesaikan ibadah, fase pemulangan jemaah akan berlangsung dari 1 Juni hingga 1 Juli 2026. Petugas haji harus siap mengatur dan mengelola pemulangan jemaah secara efisien.



