Polrestabes Makassar telah mengeluarkan keputusan untuk melarang kegiatan konvoi sahur keliling atau yang disebut sahur on the road selama bulan Ramadan. Pendekatan ini dianggap sebagai langkah untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci, serta memfokuskan perhatian pada pengamanan ibadah masyarakat.
Kombes Pol Arya Perdana, Kapolrestabes Makassar, menegaskan bahwa tidak akan ada izin untuk pelaksanaan sahur on the road selama Ramadan. Penegasan ini bertujuan untuk memastikan semua pihak memahami kebijakan tersebut dan menempatkan prioritas pada ketentraman masyarakat.
Keputusan Larangan Konvoi Sahur di Makassar
Keputusan ini muncul sebagai respons atas potensi keramaian dan kerumunan yang dapat terjadi. Polisi menyadari bahwa meskipun sahur on the road merupakan tradisi di beberapa tempat, dampaknya terhadap keamanan dan ketidaknyamanan masyarakat harus dipertimbangkan. Oleh karena itu, larangan ini diharapkan mampu menciptakan suasana ibadah yang lebih khusyuk.
Arya juga mengatakan bahwa patut diingat, tindakan ini dilakukan atas dasar pengamatan dan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya. Pengalaman menunjukkan bahwa konvoi yang tidak terkoordinasi dapat mengundang masalah, baik dari segi keamanan maupun kelancaran lalu lintas.
Pihak kepolisian akan mengerahkan sekitar 300 personel untuk pengamanan selama bulan Ramadan. Personel ini tidak hanya akan dipusatkan di masjid-masjid, tetapi juga di titik-titik strategis lainnya untuk memastikan ibadah berlangsung dengan aman.
Pengamanan Rangkaian Kegiatan Keagamaan
Pada saat bersamaan, pengamanan juga akan dilakukan untuk dua agenda hari raya keagamaan, yakni Imlek dan Ramadan. Arya menjelaskan bahwa pengamanan ini penting agar semua masyarakat dapat merayakan hari-hari besar tersebut tanpa merasa khawatir terhadap potensi gangguan keamanan.
Jumlah personel ini dapat meningkat jika diperlukan, tergantung pada situasi lapangan. Meski begitu, komitmen untuk menjaga ketenangan dan keteraturan tetap menjadi prioritas utama. Pihak kepolisian berharap dapat mengantisipasi serta menghadapi setiap potensi kerumunan yang mungkin terjadi.
Kegiatan pengamanan ini juga mencakup lokasi-lokasi yang akan menampilkan pertunjukan barongsai, yang terus menjadi daya tarik masyarakat. Penempatan petugas di lokasi-lokasi ini diharapkan dapat mencegah masalah dan menjamin kelancaran acara.
Fokus Keamanan di Masjid-Masjid Selama Ramadan
Selama bulan suci Ramadan, petugas akan ditempatkan secara khusus di masjid-masjid untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Ini bertujuan agar pelaksanaan ibadah dapat berlangsung khusyuk dan tanpa gangguan, sehingga masyarakat bisa lebih fokus dalam menjalani ibadah dan menjalani bulan puasa dengan baik.
Arya menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan operasi khusus untuk mengawasi situasi selama Ramadan. Tindakan ini diambil untuk mengurangi tahanan terhadap perilaku yang dianggap mengganggu ibadah umat Islam di kota tersebut.
Setiap kegiatan yang melibatkan kerumunan, seperti taraweh, juga akan menjadi perhatian khusus bagi pihak kepolisian. Langkah-langkah pencegahan telah disiapkan untuk menghindari potensi masalah di lapangan, sehingga umat dapat beribadah dengan tenang.



