Seorang prajurit berinisial Serda MD dari TNI AL kini ditetapkan sebagai tersangka ditahan usai terlibat dalam aksi penganiayaan yang berujung pada kematian seorang warga Depok bernama WAT, berusia 24 tahun. Selain Serda MD, ada lima warga sipil lainnya yang juga ditangkap sebagai tersangka dalam insiden tersebut.
Otoritas terkait, termasuk penyidik dari Pom AL dan Satreskrim Polres Metro Depok, telah mengonfirmasi penetapan tersangka ini. Semua pihak berwenang mengikuti proses hukum yang berlaku demi memastikan keadilan bagi korban dan keluarga.
Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, merilis bahwa tindakan penganiayaan tersebut terjadi pada 2 Januari saat WAT menjemput temannya menggunakan sepeda motor. Selama perjalanannya, mereka mengalami masalah ketika sepeda motor mereka kehabisan bensin di depan Gang Swadaya.
Momen Awal Kejadian yang Menggugah Keprihatinan
Di tengah situasi yang tidak menguntungkan, WAT keluar dari sepeda motor untuk mencari bensin, sementara temannya, DN, tetap berada di kendaraan. Kejadian tak terduga terjadi saat WAT berusaha menemukan bahan bakar, di mana ia berhadapan dengan Serda MD yang menginterogasinya dengan cara yang agresif.
WAT, merasa terancam, panik dan berusaha melarikan diri, tetapi terjatuh. Keadaan ini dimanfaatkan oleh Serda MD untuk menahan dan menginterogasinya, yang diduga karena korban dianggap mencurigakan dan tidak berasal dari lingkungan tersebut.
Penyidik memperjelas bahwa dugaan awal terkait transaksi narkoba pada diri WAT tidak terbukti setelah dilakukan pemeriksaan. Meski demikian, perlakuan kasar yang dialami WAT tetap terjadi, dan proses penganiayaan berlangsung dengan sangat kejam.
Proses Penganiayaan yang Mengguncang Masyarakat
Penganiayaan tersebut terjadi mulai pukul 01:30 WIB hingga menjelang pagi, dengan Serda MD dan kelima tersangka lainnya menyerang WAT dengan cara brutal. Menurut keterangan, penganiayaan berlanjut hingga DN, yang menunggu di sepeda motor, juga ditangkap dan diperlakukan sama.
Ronak perlakuan ini, penganiaya mengharapkan WAT dan DN memberikan keterangan mengenai asal usul transaksi narkoba yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Luka-luka parah yang dialami keduanya adalah bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan.
Ketika ketua RT setempat menemukan kedua korban, mereka segera dibawa ke Polsek Cimanggis. Keadaan WAT saat itu sangat kritis, sehingga mereka segera dilarikan ke RS Brimob untuk mendapatkan perawatan yang diperlukan.
Akhir Tragis dan Dampaknya Bagi Keluarga
Setelah mendapat perawatan, sayangnya, WAT tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Sebaliknya, DN dapat pulang setelah menerima penanganan medis. Keluarga WAT menerima kabar yang sangat menyedihkan ini, dan mereka jelas merasakan duka yang mendalam akibat kehilangan tersebut.
Pihak kepolisian tak tinggal diam. Pada kasus ini, mereka berhasil menyita beberapa barang bukti yang digunakan dalam aksi penganiayaan tersebut, termasuk selang yang dipakai oleh Serda MD. Proses penyidikan terus berlanjut guna menggali lebih dalam tentang apa yang sebenarnya terjadi pada malam kelam itu.
Pengacara dan keluarga korban berharap keadilan akan ditegakkan, sementara pihak berwenang menegaskan bahwa semua tersangka akan dijerat dengan pasal-pasal yang berlaku, termasuk ancaman hukuman penjara hingga 15 tahun. Kejadian ini menjadi sorotan di masyarakat dan menciptakan kepedulian lebih mengenai isu penganiayaan yang melibatkan oknum TNI.



