Indonesia akan segera menerima kapal induk “Giuseppe Garibaldi” yang dihibahkan oleh Pemerintah Italia. Proses pemindahan kepemilikan kapal ini saat ini tengah berlangsung dengan beberapa pihak yang terlibat dalam negosiasi.
Karo Humas Infohan Sekretariat Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyatakan bahwa administrasi dan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Italia sedang berjalan. Proses ini diharapkan dapat selesai dengan lancar demi kepentingan sektor pertahanan nasional.
“Informasi yang dapat kami konfirmasi, kapal tersebut merupakan bagian dari skema hibah dari Pemerintah Italia,” ujar Rico saat diwawancarai beberapa waktu lalu.
Proses Akuisisi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi oleh Indonesia
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Muhammad Ali, menjelaskan bahwa negosiasi untuk mengakuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi masih berlangsung. Kerja sama ini antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Italia serta pabrikan Fincantieri perlu diselesaikan dengan baik.
Proses ini membutuhkan waktu dan perhatian yang besar, mengingat pentingnya kapal induk dalam meningkatkan kemampuan operasional Angkatan Laut. Dengan adanya kapal ini, diharapkan bisa memperkuat posisi Indonesia di kawasan.
Direncanakan, setelah akuisisi selesai, kapal tersebut akan segera menjalani beberapa tahapan pengujian untuk memastikan bahwa semua sistem beroperasi dengan baik sebelum dioperasikan secara penuh oleh TNI AL.
Spesifikasi dan Sejarah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Mengutip berbagai sumber, MCS (Main Continent Ship) Giuseppe Garibaldi adalah kapal induk penting milik Italia yang memiliki sejarah yang cukup menarik. Kapal ini menjadi yang pertama dari jenisnya yang dibangun untuk Angkatan Laut Italia.
Sebelum diserahkan ke Indonesia, Giuseppe Garibaldi tengah menjalani proses upgrade besar di Taranto, Italia. Hal ini dilakukan untuk memastikan kapal dapat beroperasi dengan teknologi terbaru dan sesuai dengan standar modern yang dibutuhkan.
Direncanakan, kapal ini akan tiba di Indonesia pada Oktober 2026. Setelah sampai, kapal ini diharapkan dapat memperkuat pertahanan TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan maritim Indonesia.
Kemampuan dan Teknologi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan mampu berlayar dengan kecepatan maksimum 30 knot, yang setara dengan 56 kilometer per jam. Ini dimungkinkan berkat sistem mesin penggerak yang canggih.
Bobot kapal ini diperkirakan mencapai 13,8 ribu ton, menjadikannya salah satu kapal induk yang cukup besar. Kekuatan dan ketahanan struktur kapal memungkinkan operasional di berbagai kondisi cuaca di lautan.
Kapal ini tidak hanya dirancang untuk menjadi sarana transportasi angkatan laut, namun juga dilengkapi dengan sistem persenjataan dan pertahanan yang canggih. Terdapat empat sistem peluru kendali Otomat Mk2 serta dua peluncur torpedo tiga tabung ILAS yang meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi ancaman di laut.
Nama dan Makna di Balik Kapal Giuseppe Garibaldi
Nama “Giuseppe Garibaldi” diambil dari seorang patriot dan tokoh militer Italia yang berpengaruh pada abad ke-19. Garibaldi dikenal sebagai salah satu pelopor gerakan unifikasi Italia, yang memerankan peran penting dalam sejarah bangsa tersebut.
Dengan nama tersebut, kapal ini bukan hanya sekadar alat militer, tetapi juga merepresentasikan semangat juang dan patriotisme. Ini menjadi simbol bagi Angkatan Laut Indonesia dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Peran kapal ini diharapkan dapat menambah kekuatan Indonesia dalam menjaga kedaulatan maritim serta membantu misi kemanusiaan yang mungkin dilakukan di berbagai belahan dunia.



