Penemuan mayat seorang pria di Kabupaten Tangerang telah mengejutkan masyarakat setempat. Pada Sabtu siang, warga menemukan korban di dalam kamar kost dengan kondisi yang sangat mencurigakan.
Berdasarkan informasi awal, mayat tersebut ditemukan di Pondok Inap TriJo, Jalan Untung Suropati, Kelurahan Labuhan Ratu, Kecamatan Kedaton, Kota Bandarlampung. Kondisi mayat saat ditemukan sangat mengkhawatirkan, dengan kepala terbungkus lakban.
Rincian Penemuan Mayat Pria di Kamar Kost
Penemuan mayat pria ini berawal dari kecurigaan warga setempat. Mereka merasa khawatir karena korban tidak terlihat beraktivitas selama beberapa hari dan pintu kamarnya terkunci rapat.
Ketua RT setempat, Gatot, mengonfirmasi bahwa kejadian tersebut menimbulkan kepanikan di lingkungan. Warga akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu kamar kost agar dapat memastikan keadaan korban.
Setelah pintu berhasil dibuka, mereka menemukan korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Raut wajahnya menunjukkan tanda-tanda kekerasan, dan kepalanya terbungkus lakban membuat keadaan semakin mencurigakan.
Identitas dan Latar Belakang Korban
Korban diketahui bernama Hindradjaja, seorang pria berusia 61 tahun kelahiran Jakarta. Ia tinggal sendiri di kamar kost tersebut dan dikenal sebagai seorang pengemudi layanan ojek online.
Informasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa korban memiliki alamat di Desa Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Selama ini, tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa ia terlibat dalam kegiatan kriminal.
Penemuan jasad korban membawa perhatian lebih dari pihak kepolisian. Mereka melakukan serangkaian investigasi untuk mendalami latar belakang serta aktivitas terakhir korban sebelum kejadian.
Penyelidikan dan Tindakan Kepolisian
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol Gigih Andri Putranto, menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan olah tempat kejadian perkara setelah menerima laporan. Tim Inafis sudah dikerahkan untuk melakukan investigasi awal.
Pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang mungkin mengetahui aktivitas korban sebelum penemuan mayat. Mereka juga memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti-bukti.
Gigih menjelaskan bahwa mayat telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diautopsi. Hal ini penting agar dapat mengetahui penyebab kematian serta memastikan apakah ada tanda-tanda penganiayaan.
Kepolisian mengingatkan warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak jelas. Investigasi sedang berkembang, dan mereka berharap untuk menemukan petunjuk lebih lanjut mengenai kejadian ini.
Sementara itu, korban dilaporkan baru menginap di kamar kost tersebut beberapa hari sebelumnya, yaitu sejak Kamis. Pihak kepolisian masih mencari tahu lebih lanjut tentang aktivitas dan orang-orang yang berhubungan dengan korban.
Dalam situasi seperti ini, partisipasi warga sangat dibutuhkan untuk memberikan informasi yang relevan. Polisi membuka saluran komunikasi bagi masyarakat yang mungkin mengetahui sesuatu yang bisa membantu penyelidikan.



