loading…

10-15 persen pasangan usia subur di Indonesia alami infertilitas. Foto: CCRM

JAKARTA – Tingginya angka infertilitas di Indonesia menjadi perhatian serius pemerintah. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan jutaan pasangan usia subur membutuhkan bantuan medis untuk mendapatkan keturunan, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga angka fertilitas demi melahirkan generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Dante mengingat saat ini kondisi infertilitas dialami oleh 10 hingga 15 persen pasangan usia subur di Indonesia. Jika direpresentasikan secara jumlah, maka bisa dikatakan ada sekitar empat sampai enam juta pasangan yang membutuhkan intervensi medis untuk bisa mendapatkan keturunan.

Apalagi, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2025 tercatat sekitar 17,5% populasi dewasa atau 1 dari 6 orang di dunia mengalami infertilitas.

Maka dari itu, angka kesuburan atau fertilitas perlu dijaga agar angka kelahiran tidak menurun dan Indonesia semakin banyak memiliki generasi emas di masa depan khususnya di 2045 mendatang.

“Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya,” kata Dante dalam rilis keterangan resminya, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Di sisi lain, ia juga menilai bahwa pelayanan terhadap fertilitas di Indonesia juga memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas angka fertilitas serta meningkatkan angka kelahiran anak. Terlebih para pasien infertilitas yang datang ke layanan tersebut bukan hanya menginginkan kesembuhan namun juga harapan terhadap kehadiran sesuatu yang baru.

Mengenali Faktor Penyebab Infertilitas yang Tinggi

Infertilitas adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor tersebut meliputi masalah kesehatan fisik, gangguan hormonal, serta pola hidup yang tidak sehat.

Masalah kesehatan seperti infeksi, endometriosis, atau gangguan ovulasi sering menjadi penyebab utama. Tanpa penanganan yang tepat, masalah-masalah ini dapat menghambat kemampuan pasangan untuk memiliki anak.

Pola hidup juga memainkan peran penting dalam masalah kesuburan. Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, serta kurangnya aktivitas fisik dapat memperburuk kondisi kesehatan reproduksi.

Peran Penting Layanan Medis dalam Mengatasi Infertilitas

Layanan medis merupakan langkah awal bagi pasangan yang mengalami masalah kesuburan. Berbagai metode pengobatan tersedia, mulai dari terapi hormonal hingga prosedur teknologi reproduksi berbantuan.

Terapi seperti inseminasi buatan atau in vitro fertilization (IVF) telah terbukti efektif dalam membantu pasangan memperoleh keturunan. Metode ini memberikan harapan bagi banyak pasangan yang sebelumnya tidak bisa hamil secara alami.

Tentunya, akses terhadap layanan medis yang berkualitas menjadi sangat penting. Pendidikan dan informasi terkait infertilitas juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih sadar akan opsi yang ada.

Pentingnya Mendukung Pasangan yang Mengalami Infertilitas

Dukungan sosial juga sangat penting bagi pasangan yang sedang berjuang dengan masalah kesuburan. Lingkungan yang mendukung dapat mengurangi tekanan emosional yang mereka alami.

Baik dari keluarga, teman, atau komunitas, dukungan psikologis dapat membantu mengatasi stres yang dihadapi selama proses mencari solusi untuk masalah kesuburan. Insiden penolakan dan stigma sering kali menjadi tantangan tambahan yang harus dihadapi pasangan.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan memahami. Pengetahuan yang baik tentang masalah infertilitas dapat mengurangi stigma dan mendukung pasangan yang berjuang untuk memiliki anak.

Iklan