KAI Daop 6 Yogyakarta baru-baru ini melaporkan dampak dari gempa bumi yang mengguncang wilayah tenggara Pacitan, Jawa Timur. Sebanyak 14 kereta api terpaksa berhenti luar biasa (BLB) untuk melakukan evaluasi keselamatan setelah kejadian tersebut.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa kebijakan BLB tersebut diambil sebagai langkah precautionary demi keselamatan penumpang. Tim lapangan segera bekerja untuk memastikan kondisi prasarana dan sarana kereta api setelah bencana alam.

Pemeriksaan yang dilakukan mencakup semua aspek, seperti jembatan, jalur rel, dan juga rangkaian kereta. Setelah evaluasi menyeluruh, semua jalur dinyatakan aman, dan perjalanan kereta api dapat dilanjutkan kembali pada pukul 02.04 WIB.

Pemeriksaan Pasca Gempa dan Tindakan KAI

Feni juga memastikan kepada publik bahwa semua perjalanan kereta berlangsung dengan aman pascagempa. Meski guncangan dirasakan di area KAI Daop 6 Yogyakarta, tidak ada laporan cedera atau kerusakan serius.

Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang mengalami ketidaknyamanan akibat kebijakan BLB ini. Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan yang diambil oleh KAI.

Prosedur pemeriksaan ini adalah bagian dari kebijakan keselamatan yang diterapkan KAI. Dengan demikian, setiap kejadian darurat harus direspons dengan cara yang terukur dan bertanggung jawab.

Gempa Bumi dan Dampaknya di Wilayah Sekitar

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa bumi tersebut terjadi dengan kekuatan 4,2 pada skala Richter. Gempa ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami, memberikan sedikit rasa tenang bagi masyarakat setempat.

Koordinator Tim Observasi BMKG DIY, Budiarta, menyebutkan bahwa gempa utama terjadi pada pukul 01.06 WIB dengan pusat di laut, dan diestimasi berlokasi sejauh 90 kilometer dari tenggara Pacitan. Kedalaman gempa tersebut adalah 10 kilometer, menunjukkan bahwa guncangan ini termasuk dalam kategori dangkal.

Dari fenomena ini, guncangan dirasakan cukup luas dengan tingkat intensitas yang bervariasi. Ini adalah pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan terlebih dalam menghadapi situasi darurat sejenis di masa mendatang.

Intensitas Guncangan dan Respons Masyarakat

Dalam hal intensitas guncangan, BMKG melaporkan bahwa gempa dirasakan pada tingkat IV MMI di kawasan Pacitan, Bantul, dan Sleman. Sedangkan, beberapa daerah lain seperti Kulon Progo dan Trenggalek juga merasakan guncangan dengan tingkat III MMI.

Masyarakat di area yang merasakan guncangan dikhawatirkan akan kepanikan serta dampak psikologis yang ditimbulkan. Oleh karena itu, informasi yang akurat dan penanganan keadaan darurat menjadi sangat penting untuk menenangkan masyarakat.

BMKG juga menginformasikan terkait sejumlah gempa susulan yang terjadi setelah guncangan utama. Pengetatan informasi menjadi lebih mendesak dalam situasi seperti ini untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana gempa di masa mendatang.

Daftar Kereta Api yang Terkena Dampak BLB

Berikut ini adalah daftar kereta api yang terpaksa mengalami pemberhentian luar biasa pada Jumat dini hari: KA 87B Sancaka, KA 2771 Bungtalun Service, dan KA 255B Jaka Tingkir. Keputusan ini diambil demi menjaga keselamatan penumpang dan kru kereta yang berada dalam perjalanan tersebut.

Selain itu, KA 301 Parcel Tengah, KA 305 Parcel Selatan, serta KA 2601 Mawalo Tanker juga mengalami penundaan. Waktu pemberhentian bervariasi antara 29 hingga 49 menit, tergantung pada jalur dan status masing-masing kereta api.

Informasi lebih lanjutan mengenai kereta yang terkena dampak bisa diperoleh dari pihak KAI secara langsung. Komunikasi yang cepat dan akurat menjadi kunci dalam menjaga agar penumpang tetap mendapatkan berita terbaru mengenai perjalanan mereka.

Iklan