PDI Perjuangan (PDIP) baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-53 dengan peluncuran maskot anyar yang bernama Barata. Acara tersebut berlangsung di Beach City International Stadium, Ancol, dan dihadiri oleh berbagai kalangan, menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen partai terhadap rakyat.

Peluncuran maskot ini adalah puncak dari serangkaian kegiatan yang diadakan untuk memperingati momen bersejarah tersebut. Sebelumnya, PDIP memperkenalkan maskot banteng tanpa nama dan menggelar sayembara untuk mendapatkan nama yang sesuai selama tiga bulan terakhir.

Dalam acara peluncuran, pihak partai menganugerahkan penghargaan kepada lima pemenang sayembara pemberian nama. Setiap pemenang menerima piagam penghargaan sebagai bentuk penghormatan terhadap kreativitas dan partisipasi mereka dalam menyukseskan event ini.

Makna di Balik Nama Barata yang Dipilih Secara Khusus

Ketua DPP PDIP Bidang Ekonomi Kreatif M. Prananda Prabowo menjelaskan bahwa nama Barata bukan hanya sekadar label, melainkan memiliki arti yang dalam. Ia menegaskan bahwa maskot ini melambangkan identitas partai yang kuat dan komitmen ideologis yang terjaga.

Prananda mengungkapkan, “Banteng Barata mencerminkan kekuatan rakyat yang berakar pada persatuan.” Hal ini menunjukkan bahwa PDIP bertekad untuk terus berjuang demi keadilan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Filosofi yang terkandung dalam nama Barata ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anggota dan simpatisan partai untuk terus bersatu dalam mencapai visi dan misi bersama. Dengan demikian, maskot ini diharapkan mampu membawa semangat positif di dalam setiap langkah partai kedepannya.

Visual Sporty Maskot yang Menarik Perhatian

Di arena Rakernas, Barata tampil dengan penampilan yang memukau. Dengan mengenakan jaket hoodie merah yang menampilkan logo PDIP, maskot tersebut memberi kesan berani dan energik.

Gaya fashionable Barata juga dilengkapi dengan celana hitam dan sepatu putih berpadu garis merah, menciptakan visual yang menarik perhatian semua yang hadir. Penampilannya seolah ingin menggambarkan bahwa PDIP adalah partai yang modern dan siap menghadapi tantangan.

Presentasi visual dari Barata dilihat sebagai langkah strategis untuk menonjolkan citra partai kepada publik, khususnya generasi muda. Dengan gaya yang fresh, diharapkan maskot ini dapat menjangkau segmen yang lebih luas dan relevan dengan kondisi saat ini.

Rapat Kerja Nasional Sebagai Momentum Perkuatan Partai

Peringatan HUT ke-53 PDIP juga bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung hingga 12 Januari. Tema yang diusung adalah Satyam Eva Jayate, menggambarkan tekad partai untuk menegakkan kebenaran.

Subtema “Di Sanalah Aku Berdiri untuk Selama-lamanya” diambil dari lirik lagu Indonesia Raya, menegaskan komitmen partai untuk terus berjuang demi kemajuan bangsa. Momen ini menjadi kekuatan bagi anggota untuk bersatu dan meningkatkan kinerja dalam setiap tindakan yang diambil.

Kegiatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara seluruh anggota partai dalam mencapai tujuan bersama. Rakernas sudah menjadi platform untuk memupuk persatuan dan mengarahkan visi ke depan, agar PDIP dapat terus berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa.

Iklan