Suporter sepakbola Persija dan Persib terlibat dalam sebuah bentrok di daerah Sawangan, Depok, pada Minggu sore. Insiden ini terjadi bersamaan dengan laga antara kedua tim di Stadion GBLA Bandung yang memicu ketegangan di antara para pendukungnya.
Menurut pihak kepolisian, bentrokan ini melibatkan hingga 100 orang dan berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Masyarakat sekitar pun menjadi khawatir akibat insiden tersebut yang melibatkan kerumunan di lingkungan mereka.
Bentrokan ini merupakan puncak dari aksi masing-masing suporter yang saling provokasi. Semua ini dimulai ketika di tengah pertandingan, sebuah suara petasan membuat suasana semakin memanas, mengingat konsentrasi suporter sedang terfokus pada laga yang berlangsung.
Detil Insiden Suporter di Sawangan yang Mengguncang Lingkungan
Menurut Kasi Humas Polres Metro Depok, insiden terjadi pada pukul 17.00 WIB saat The Jak mania, julukan suporter Persija, sedang mengadakan nonton bareng di sebuah kafe. Sekitar 50 orang terlibat dalam kegiatan tersebut, menikmati pertandingan tim kebanggaan mereka.
Ketegangan dimulai ketika Persib unggul 1-0. Suara petasan yang diledakkan oleh pendukung Persib dianggap sebagai provokasi, hingga akhirnya memicu aksi dari The Jak yang merasa tersinggung. Mereka pun melangkah ke tempat sumber suara dengan niat untuk mempertahankan nama baik tim mereka.
Setelah mengetahui bahwa petasan tersebut berasal dari suporter Persib, ketegangan semakin meningkat. Suasana yang awalnya kondusif mulai berubah menjadi kacau, semakin dikuatkan dengan kedatangan suporter Persija yang lebih banyak di lokasi tersebut.
Aksi Balas dan Kericuhan yang Muncul
Pada saat kericuhan terjadi, pendukung Persib tidak tinggal diam. Mereka melakukan aksi perlawanan dengan mengarahkan kembang api ke arah suporter Persija. Tindakan ini semakin meningkatkan intensitas konflik yang sudah berlangsung.
Suporter Persija merespons dengan melemparkan batu ke arah rumah penggemar Persib. Ketegangan antara kedua suporter ini semakin meningkat, dan situasi menjadi sulit untuk ditangani tanpa kehadiran pihak berwenang. Hanya dalam waktu singkat, situasi itu berubah menjadi kekacauan yang membahayakan semua orang yang ada di tempat tersebut.
Upaya untuk meredakan situasi pun dilakukan oleh aparat kepolisian dan Ketua RW setempat. Meski sempat ada kericuhan, kedua pihak yang terlibat dalam acara itu berhasil dilerai. Namun, bentrokan itu tidak dapat dihindari dan kembali terjadi setelah 20 menit selang waktu tenang.
Upaya Pengendalian Situasi dan Keberadaan Pihak Berwenang
Kapolsek Bojongsari beserta anggotanya turun tangan mengatasi situasi yang semakin memburuk tersebut. Mereka berhasil membubarkan kerumunan suporter yang terlibat dalam bentrok. Keberadaan aparat jelas sangat penting dalam situasi seperti ini agar tidak terjadi hal-hal yang lebih serius.
Meregulasi kerusuhan adalah pekerjaan yang tidak mudah, terlebih ketika emosi para suporter sedang memuncak. Dalam beberapa kasus, kerusuhan antar suporter dapat berujung pada insiden yang lebih berbahaya jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Dalam situasi ini, polisi berada di posisi yang sulit antara menjaga ketertiban dan memenuhi hak suara suporter.
Setelah bentrokan berhasil dibubarkan, situasi di lokasi kembali kondusif. Kapolsek mengkonfirmasi bahwa para suporter Persija kembali meninggalkan tempat tersebut dengan aman. Namun, sisa-sisa ketegangan masih terasa di sekitar lokasi yang sebelumnya ramai.



