Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini mengenai bibit siklon tropis yang teridentifikasi sebagai 97S. Fenomena ini berasal dari Benua Australia dan diprediksi akan membawa dampak signifikan terhadap cuaca di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Cuaca ekstrem yang diantisipasi dapat memengaruhi berbagai kegiatan masyarakat selama beberapa hari ke depan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenotek, menjelaskan bahwa bibit siklon tropis tersebut terbentuk di sekitar Kota Darwin, Australia. Dalam keterangan resminya, Sti mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan berhati-hati menghadapi kemungkinan cuaca buruk yang muncul karena bibit ini.

“Kami mohon perhatian dari semua pihak untuk menyikapi potensi cuaca ekstrem yang menjelang di seluruh wilayah NTT, terutama di kawasan Kota Kupang dan beberapa daerah lainnya,” ungkap Sti pada Minggu malam.

Penyebaran Bibit Siklon Tropis 97S di Wilayah Nusa Tenggara Timur

BMKG telah memantau pergerakan bibit siklon tropis 97S dengan cermat. Diketahui bahwa fenomena ini bergerak menuju barat di sekitar Laut Timor dan berpotensi meningkat menjadi siklon tropis dalam hitungan hari. Kenaikan intensitas ini menandakan perlunya kewaspadaan lebih dari masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana.

Sti memberikan penekanan bahwa bibit siklon tersebut dapat memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir bandang dan tanah longsor. Di sejumlah kabupaten di NTT, seperti Rote Ndao dan Sabu Raijua, potensi dampak ini harus diwaspadai oleh penduduk setempat.

“Kami sarankan untuk melakukan langkah-langkah preventif, termasuk evakuasi jika diperlukan,” tambah Sti sebagai langkah mitigasi yang bijaksana. Situasi seperti ini tidak bisa dianggap remeh, mengingat cuaca buruk dapat menimbulkan kerugian harta benda dan keselamatan jiwa.

Pentingnya Kewaspadaan dalam Menghadapi Cuaca Ekstrem

Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi cuaca ekstrem dari bibit siklon ini. BMKG mengingatkan bahwa bencana hidrometeorologi bisa datang dengan cepat dan tanpa peringatan. Oleh karena itu, komunikasi yang baik dan disiplin dalam mengikuti arahan dari pihak berwenang sangat diperlukan.

Pihak BMKG juga mendorong masyarakat untuk memantau perkembangan terkini melalui saluran informasi resmi. Dengan memperhatikan prediksi cuaca dan mengikuti anjuran dari otoritas terkait, diharapkan masyarakat bisa lebih siap menghadapi ancaman yang ada.

Pengetahuan mengenai tanda-tanda cuaca ekstrem, seperti angin kencang atau hujan deras, menjadi penting untuk diperhatikan. Masyarakat di masing-masing daerah perlu peka dan tanggap terhadap perubahan cuaca.

Aksi Tanggap Darurat di Tengah Cuaca Buruk

Saat cuaca ekstrem menyerang, kesiapsiagaan masyarakat harus ditingkatkan. Hal ini mencakup perencanaan evakuasi dan penyiapan tempat aman untuk berlindung. Menggunakan informasi dari BMKG dapat membantu dalam menentukan tindakan yang tepat untuk menjaga keselamatan.

Masyarakat di daerah rawan bencana juga disarankan untuk selalu memperhatikan kesiapan alat dan perlengkapan darurat. Ketersediaan makanan, air bersih, dan obat-obatan menjadi prioritas saat menghadapi kemungkinan bencana.

Pemerintah daerah juga diharapkan ikut berperan aktif dalam memberikan dukungan dan informasi yang diperlukan. Kolaborasi antara instansi terkait dan masyarakat akan menjadi kekuatan dalam menghadapinya.

Iklan