Di tengah tantangan ekstrem akibat bencana, siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri 11 Bungo Tanjuang di Sumatera Barat menunjukkan semangat luar biasa untuk tetap belajar. Meskipun harus menempuh pendidikan di tenda darurat, mereka tetap optimis dan antusias, menandakan betapa kuatnya tekad generasi muda ini untuk menghadapi kesulitan.
Kondisi belajar di tenda darurat, meski tidak ideal, tetap bisa menjadi pengalaman berharga bagi mereka. “Belajar di tenda tetap seru,” ujar salah seorang murid, mencerminkan semangat yang mengagumkan di tengah situasi sulit ini.
Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masa depan, dan situasi saat ini memunculkan tantangan baru. Keadaan ini terjadi setelah dinding tebing sekolah mengancam untuk ambruk, memaksa siswa dan guru untuk mencari cara alternatif agar pembelajaran tetap berjalan.
Menghadapi Tantangan dengan Semangat Belajar yang Tinggi
Siswa-siswa dari kelas IV tidak membiarkan cuaca panas mengganggu semangat mereka. Dengan dukungan dari para guru, mereka terus melanjutkan proses belajar seperti biasa, menunjukkan kekuatan dan ketahanan mereka dalam menghadapi kesulitan. “Kami selalu berusaha untuk tetap fokus meskipun saat siang hari terasa panas,” tutur salah satu siswa dengan penuh keyakinan.
Dewan guru, termasuk Herna Permata Sari, menjelaskan pentingnya adaptasi dalam situasi ini. Meski harus menggunakan tenda darurat, mereka tetap membuat pengaturan agar durasi jam pelajaran bisa dioptimalkan.
Proses belajar dilaksanakan dua sesi per hari dalam tenda, dari pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Hal ini diharapkan bisa memaksimalkan waktu belajar, sambil menunggu perbaikan dari pihak berwenang yang diharapkan segera dilakukan.
Kendala dan Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Siswa-siswa mengungkapkan keinginan mereka agar pemerintah secepatnya mengambil langkah nyata untuk memperbaiki sekolah. Meskipun belajar di tenda terasa menyenangkan, ada kesadaran akan risiko yang dapat mereka hadapi jika situasi ini berlangsung lebih lama.
Apalagi, beberapa fasilitas penting seperti tempat wudu sudah ambruk akibat hujan deras pada akhir tahun lalu. “Kami tidak ingin belajar dalam kondisi tidak aman,” kata salah satu siswa menegaskan pentingnya infrastruktur yang baik untuk mendukung proses belajar mengajar.
Herna menekankan perlunya tindakan cepat dari pihak pemerintah agar situasi ini tidak berlanjut lebih jauh. Jika tidak segera ditangani, kekhawatiran akan dampak negatif bagi kesehatan dan konsentrasi siswa bisa semakin meningkat.
Pentingnya Dukungan dari Berbagai Pihak dalam Mengatasi Masalah Ini
Pihak kepolisian telah berulangkali memasang garis polisi di sekitar sekolah sebagai langkah pencegahan. Pertama kali dilakukan pada akhir 2024, saat toilet dan tempat wudu mengalami keruntuhan. Kini, dengan dinding tebing yang juga retak, keamanan siswa menjadi prioritas utama.
Dengan situasi ini, terlihat jelas betapa pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam menangani masalah yang dihadapi. Keberlanjutan pendidikan tidak hanya tergantung pada upaya satu pihak, tetapi memerlukan sinergi semua elemen.
Harapan semua pihak adalah agar kondisi sekolah segera membaik, dan siswa-siswa dapat kembali ke ruang kelas yang aman. “Kami ingin sekali belajar di kelas yang nyaman seperti sebelumnya,” ungkap siswa dengan penuh harapan.



