Luna Maya kembali hadir dalam perannya sebagai Suzzanna dalam film terbaru berjudul Suzzanna: Dosa di Atas Dosa. Film yang disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis ini dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Indonesia pada 18 Maret 2026 mendatang, dan kali ini Luna akan beradu akting dengan Reza Rahadian yang telah banyak mendapat penghargaan di dunia perfilman.
Ini bukan pengalaman pertama bagi Luna Maya menghidupkan karakter Suzzanna. Sebelumnya, karakter ikonis ini telah diperankan oleh Nyonya Maxime Bouttier dalam film Suzzanna: Bernapas Dalam Kubur dan Suzzanna: Malam Jumat Kliwon, yang sukses menarik perhatian lebih dari tiga juta penonton untuk film pertama dan dua juta untuk yang kedua.
Meski sebelumnya telah berperan sebagai Suzzanna, Luna merasa bahwa dalam film Dosa di Atas Dosa kali ini adalah pengalaman yang paling menyenangkan. Menurutnya, naskah yang ditulis membuat karakter Suzzanna lebih terlihat manusiawi dibandingkan sebelumnya, dan aspek produksi pun mendukung hal tersebut.
Perbedaan yang Signifikan dalam Karakter Suzzanna
Luna menekankan bahwa penampilannya kali ini sangat berbeda dari penampilan sebelumnya. Di film ini, Suzzanna tidak lagi digambarkan sebagai hantu atau makhluk halus, melainkan sebagai manusia utuh yang memiliki perasaan dan latar belakang. Ini memberikan kedalaman baru pada karakter yang telah lama dikenal di dunia perfilman Indonesia.
Ia mengungkapkan kebahagiaannya karena dalam film ini, Suzzanna tidak menjelma sebagai Sundel Bolong lagi. Sebaliknya, karakter ini berjuang menghadapi berbagai tantangan yang ditimpakan oleh lingkungan sekitarnya. Keberhasilan dalam menggambarkan sisi kemanusiaan ini menjadi salah satu prioritas dalam penggarapan film ini.
Dalam penggarapan, Luna juga melibatkan diri dalam proses untuk lebih memahami karakter Suzzanna. Berdiskusi dengan pelatih dialek menjadi bagian dari persiapannya, sehingga ia bisa menangkap nuansa bicara dan karakteristik khas dari Suzzanna. Hal ini membantu Luna membangun hubungan emosional yang lebih kuat dengan tokoh yang ia perankan.
Misi Balas Dendam dalam Alur Cerita
Film ini juga membawa elemen balas dendam yang kental dalam plotnya. Dalam trailer yang telah dirilis, terlihat bagaimana Suzzanna menjadi korban kekuasaan yang lalim. Persepsi ini sangat berbeda dari film-film sebelumnya, di mana Suzzanna lebih sering digambarkan dalam sosok yang terjebak dalam dunia mistis.
Dalam Suzzanna: Dosa di Atas Dosa, penonton akan menyaksikan perjalanan Suzzanna bukan hanya sebagai karakter protagonis, tetapi juga sebagai seorang wanita yang berjuang untuk mendapatkan keadilan. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri, memperlihatkan bagaimana karakter ini dapat bertransformasi dengan sangat baik di layar lebar.
Keberanian untuk menempatkan Suzzanna dalam konteks cerita yang lebih dewasa dan relevan dengan isu-isu sosial saat ini juga terbilang berani. Penonton diajak untuk berempati dengan Suzzanna, yang terpaksa melawan berbagai ketidakadilan yang mengganggu kehidupannya.
Proses Kreatif dan Kerjasama Tim Produksi
Proses kreatif di balik film ini juga melibatkan banyak diskusi dan kolaborasi antar anggota tim produksi. Terlebih bagi Luna, memahami sosok Suzzanna dalam konteks yang lebih luas menjadi tantangan tersendiri. Sineas Azhar Kinoi Lubis bertanggung jawab dalam mengarahkan visi dan misi film ini agar dapat disampaikan dengan jelas kepada penonton.
Kerjasama yang solid antara para aktor, sutradara, dan kru menjadi faktor penting dalam menciptakan film berkualitas. Luna dan Reza sebagai pemeran utama berupaya keras untuk menghidupkan karakter masing-masing dengan cara yang otentik. Keberhasilan dalam mencapai hal ini menjadi harapan bagi Luna dan seluruh tim.
Dalam beberapa wawancara, Luna juga menekankan pentingnya belajar dari kinerja aktor sebelumnya yang telah memerankan Suzzanna. Hasil-hasil karya mendiang Suzzanna akan selalu menjadi rujukan, dan Luna merasa bertanggung jawab untuk melanjutkan warisan tersebut dengan cara yang baik.



