Banjir yang melanda Kampung Kuranji, Desa Cakung, Kecamatan Binuang di Kabupaten Serang, Banten, telah berlangsung selama 23 hari, mempengaruhi kehidupan sehari-hari warga. Genangan air yang tak kunjung surut ini membuat aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat setempat terhenti total, menciptakan situasi darurat yang memprihatinkan.
Ahmad Hilmi, seorang warga berusia 50 tahun, menjelaskan bahwa hujan yang terus mengguyur memperparah keadaan. Debit air yang terus meningkat membuat akses menuju tempat kerja dan kebutuhan sehari-hari menjadi sangat terganggu.
Masyarakat menghadapi kesulitan yang signifikan karena jalan-jalan desa yang terendam. Banyak warga terpaksa terkurung dalam rumah atau mencari tempat pengungsian untuk bertahan hidup.
Pengalaman Warga Selama 23 Hari Terjebak Banjir
Selama lebih dari tiga minggu, kehidupan di Kampung Kuranji sangat sulit. Warga harus beradaptasi dengan kondisi yang tidak biasa, di mana pekerjaan dan kegiatan sehari-hari terhenti karena tingginya genangan air.
Ahmad menegaskan, “Kami hanya bisa bertahan di rumah atau di pengungsian. Hari ini, air naik lagi, dan situasinya semakin memburuk.” Kondisi ini membuat mereka merasa tertekan secara fisik dan mental.
Banjir yang berkepanjangan memberikan dampak besar terhadap kesehatan mental masyarakat. Mereka merasa kelelahan dan cemas tentang masa depan, terutama dengan bantuan logistik yang semakin menipis.
Langkah Penanganan yang Dilakukan oleh Pemerintah
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menyatakan bahwa Kecamatan Binuang merupakan salah satu wilayah yang parah terdampak, bersama tiga kecamatan lain yang juga mengalami banjir. Data dari BPBD menunjukkan bahwa tinggi muka air (TMA) di Kampung Kuranji terus meningkat.
Pemerintah Kabupaten Serang telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana untuk menangani dampak yang meluas di 92 desa. Langkah-langkah ini diambil agar situasi dapat segera teratasi dan masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan normal.
Kebutuhan Mendesak bagi Korban Banjir
Di tengah kondisi darurat ini, ada banyak kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi untuk warga. Selain alat penyedot air, kebutuhan akan makanan siap saji, air bersih, serta obat-obatan sangat mendesak.
Masyarakat juga memerlukan perlengkapan kebersihan untuk mengatasi sisa-sisa lumpur yang mungkin tertinggal setelah air mulai surut. Semua itu penting agar tidak terjadi masalah kesehatan di kemudian hari.
Ahmad dan warga lainnya berharap agar pemerintah lebih memperhatikan situasi mereka. Bantuan cepat dan efektif menjadi kunci untuk memperbaiki keadaan yang semakin sulit ini. Warga ingin agar perhatian yang lebih pada perkembangan situasi dapat meringankan beban mereka.



