Berita terbaru datang dari Belawan, di mana seorang pria berinisial M (37) ditangkap setelah melarikan diri selama lima bulan. Tersangka terlibat dalam kasus penyerangan yang mengakibatkan luka serius terhadap seorang warga dengan menggunakan busur panah.
Kapolsek Belawan, AKP Ponijo, menjelaskan bahwa kejadian ini berlangsung pada 7 September 2025, ketika M menyerang korban, D, dari jarak dekat. Akibat tindakan tersebut, anak panah mengenai mata kiri korban dan menyebabkan luka berat.
“Setelah insiden itu, M langsung melarikan diri dan menjadi buron,” ungkap Ponijo. Keberadaan tersangka akhirnya terungkap dan polisi berhasil menangkapnya pada 5 Februari 2026.
Peristiwa Penyerangan yang Menghebohkan Warga Belawan
Serangan yang dilakukan M menciptakan kepanikan di kalangan warga Belawan. Keberanian tersangka untuk menyerang dengan panah memicu ketakutan di masyarakat, yang semakin mengkhawatirkan. Penyerangan ini menunjukkan peningkatan aksi kriminal di daerah tersebut.
Menurut keterangan polisi, M tidak sendirian. Ia menyerang bersama enam rekannya yang membawa senapan angin dan panah, dan mereka semua menembaki warga secara acak. Tindakan brutal ini menambah daftar panjang kejahatan yang terjadi di wilayah tersebut.
Pascakejadian, kepolisian melakukan pengejaran intensif dan memasukkan nama M ke dalam daftar pencarian. Kerjasama antara warga dan pihak kepolisian sangat penting dalam upaya menangkap pelaku lain yang terlibat.
Proses Penangkapan yang Menegangkan bagi Petugas
Proses penangkapan M berlangsung secara dramatis. Saat petugas menemukan lokasi persembunyian M di kawasan Gabion, ia melakukan perlawanan yang membahayakan keselamatan anggota polisi. Kondisi ini memaksa polisi untuk mengambil tindakan tegas.
“Kami harus melumpuhkan tersangka dengan menembak kakinya,” ungkap Ponijo. Tindakan ini diambil untuk memastikan bahwa pelaku tidak dapat melarikan diri lagi dan menghindari resiko yang lebih besar terhadap petugas di lapangan.
Setelah berhasil menangkap M, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dirinya. M mengakui keterlibatannya dalam penyerangan tersebut dan juga mengungkapkan bahwa ia membuang anak panah ke laut setelah tindakan brutal itu.
Dampak Sosial dan Hukum dari Kasus Ini
Kejadian ini memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat Belawan. Banyak warga yang merasa tidak aman setelah mengetahui bahwa insiden penyerangan terjadi dengan begitu dekat. Keberanian polisi dalam mengejar tersangka harus diapresiasi. Namun, tantangan masih ada dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kasus ini juga menggugah kepedulian terhadap masalah kriminalitas yang terus meningkat. Penangkapan M menjadi langkah awal untuk mencegah aksi serupa di masa depan. Pihak kepolisian berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan patroli di daerah rawan kejahatan.
Dari rasio kejahatan yang tinggi, banyak yang merasa perlu adanya program rehabilitasi bagi pelaku kriminal. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan angka residivisme dan membantu mereka menemukan jalan yang lebih baik. Penanganan masalah ini memerlukan kerjasama antara berbagai pihak, termasuk komunitas dan pemerintah.



