loading…
kemenkes terapkan label nutri level, dr. Gia Pratama mengajak para orang tua untuk pilih label A. Foto: Niko Prayoga
dr. Gia mengatakan, langkah tersebut menjadi salah satu bentuk kasih sayang kepada anak-anak. Mengingat, minuman dengan label nutri level A sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi serta tidak memiliki kandungan gula yang tinggi. Sehingga sangat cocok dikonsumsi dan diberikan kepada anak-anak. Apalagi, anak-anak sejatinya pasti mencontoh apa yang dilakukannya orang tuanya.
“Diharapkan orang tua kalau sudah jajan, masa iya mau ngasih anaknya yang D terus. Kalau sudah ada kayak gini, ya sudah bagus, orangtua pasti ngikut. Dan buat para orangtua, asah asih asuh itu salah satu dengan lead by example dengan menggunakan contoh,” kata dr. Gia saat diwawancarai di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga : Menkes Ungkap Cara Membaca Label Nutri-Level pada Minuman
Kementerian Kesehariannya sendiri sebelumnya telah menerbitkan aturan pemberian label nutri level pada produk minuman. Aturan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026.
Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran masyarakat terhadap kesehatan makanan dan minuman semakin meningkat. Banyak orang tua yang mulai menyadari pentingnya memberikan asupan yang baik untuk anak-anak mereka. Hal ini menjadi fokus penting terutama di tengah maraknya produk tinggi gula yang beredar di pasaran.
Banyak produk minuman yang menawarkan rasa menarik namun dengan komposisi yang kurang sehat. Dalam kondisi seperti ini, peran orang tua sangatlah vital dalam mendidik anak tentang pilihan makanan dan minuman yang sehat. Oleh karena itu, mengajak anak untuk memilih produk berlabel nutri level A adalah langkah yang sangat tepat.
Peran Penting Label Nutri Level dalam Memilih Minuman Sehat
Pemberian label nutri level membantu konsumen dalam memilih produk yang lebih sehat dengan informasi yang jelas. Bagi orang tua, memahami label ini adalah kunci untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka. Dengan adanya sistem ini, orang tua dapat dengan mudah membandingkan berbagai produk.
Label nutri level A menunjukkan bahwa produk tersebut memenuhi standar kesehatan yang baik. Produk dengan label ini telah melalui proses uji dan tidak mengandung bahan berbahaya. Hal ini semakin memudahkan orang tua dalam membuat keputusan ketika berbelanja.
Dr. Gia juga menegaskan bahwa memilih produk dengan label A sangat penting, terutama di tengah banyaknya pilihan di pasaran. Ini bukan hanya tentang selera, tetapi tentang kesehatan jangka panjang anak. Kesehatan anak adalah investasi yang paling berharga bagi keluarga.
Mengajarkan Anak Memilih Produk Sehat Sejak Dini
Mendidik anak tentang pentingnya pola makan sehat sebaiknya dimulai sejak usia dini. Anak yang terbiasa memilih makanan dan minuman sehat cenderung tumbuh menjadi individu yang lebih sadar akan kesehatan mereka. Pembelajaran ini dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Ketika anak-anak diajak berbelanja, orang tua bisa menjelaskan manfaat dari setiap produk yang mereka pilih. Menggunakan label nutri sebagai panduan dapat memfasilitasi proses ini. Dengan cara ini, anak tidak hanya belajar memilih, tetapi juga memahami alasan di balik pilihan mereka.
Contoh konkret dari pilihan sehat dalam praktik sehari-hari adalah saat membeli snack atau minuman. Orang tua dapat membawa anak-anak mereka ke toko dan menunjukkan pilihan dengan label yang jelas. Ini mengajarkan mereka untuk menjadi konsumen yang lebih cerdas di masa depan.
Tantangan Dalam Menerapkan Pola Hidup Sehat di Keluarga
Tentu, menerapkan pola hidup sehat bukan tanpa tantangan. Banyak anak yang terpengaruh oleh iklan menarik yang menampilkan makanan dan minuman kurang sehat. Hal ini membuat orang tua harus ekstra sabar dan kreatif dalam memberikan edukasi tentang pilihan yang lebih baik.
Selain itu, lingkungan sekitar juga memainkan peran besar. Jika teman-teman anak lebih menyukai produk tinggi gula, ada kemungkinan anak tersebut merasa tertarik. Orang tua perlu menjadi pendorong utama dengan menunjukkan contoh yang baik.
Penting bagi orang tua untuk memahami bahwa perubahan tidak terjadi dalam semalam. Konsistensi dalam mengajarkan anak mengenai pola makan sehat adalah kunci untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dengan sikap positif, potensi untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi baik sangat mungkin dicapai.



