Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melaporkan total kekayaan senilai Rp27.915.654.176 atau sekitar Rp27,9 miliar. Laporan ini disampaikan berdasarkan data dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diterima pada 23 Maret 2026.

Dari laporan tersebut, Gibran mencatat kepemilikan sejumlah tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp17.440.000.000 atau Rp17,4 miliar. Semua aset tersebut merupakan hasil dari kerja kerasnya selama bertahun-tahun.

Ia memiliki empat bidang tanah dan bangunan, di mana dua di antaranya terletak di Kota Surakarta dan dua lainnya di Kota Sragen. Selain itu, ia juga memiliki tiga bidang tanah di Kota Surakarta dengan luas masing-masing 113 m², 896 m², dan 1.124 m².

Kekayaan Gibran yang Beragam dan Menarik

Pada laporan LHKPN, Gibran juga mencakup kepemilikan alat transportasi dan mesin. Ia memiliki tujuh unit yang terdiri dari empat mobil dan tiga sepeda motor, dengan total nilai mencapai Rp286.500.000 atau Rp286,5 juta.

Empat mobilnya terdiri dari Toyota Avanza keluaran 2016 seharga Rp75 juta, Avanza keluaran 2012 seharga Rp50 juta, Isuzu Panther tahun 2012 seharga Rp55 juta, serta Daihatsu Grand Max tahun 2015 seharga Rp55 juta. Dalam hal sepeda motor, ia memiliki Royal Enfield tahun 2017 seharga Rp40 juta, Honda CB-125 tahun 1974 seharga Rp5 juta, dan Honda Scoopy tahun 2015 seharga Rp6,5 juta.

Saat melaporkan harta bergerak lainnya, Gibran mencatat senilai Rp280 juta, dan surat berharga sebesar Rp5.552.000.000 atau Rp5,5 miliar. Ia juga memiliki kas dan setara kas yang mencapai Rp4.357.154.176 atau Rp4,3 miliar.

Jabatan dan Latar Belakang Gibran yang Menarik

Gibran menjabat sebagai Wakil Presiden RI sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Ia mendampingi Prabowo Subianto yang menjabat sebagai Presiden RI, sebuah posisi yang menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadapnya.

Sebagai putra sulung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, Gibran sudah memulai karier politik yang menjanjikan. Di Pilpres 2024, pasangan Prabowo-Gibran berhasil menarik perhatian publik dan meraih suara dari berbagai lapisan masyarakat.

Pasangan calon nomor urut 2 ini berhasil mengalahkan dua kontestan lainnya dalam pemilihan presiden. Mereka menyisihkan Anies-Muhaimin dari nomor urut 1 dan Ganjar-Mahfud dari nomor urut 3, menunjukkan dukungan yang luas terhadap mereka.

Persepsi Publik terhadap Kekayaan Gibran

Publik sering kali menyoroti jumlah harta kekayaan milik para pejabat untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas. Dalam konteks Gibran, banyak yang melihatnya sebagai simbol kesuksesan dan kemampuan dalam mengelola kekayaan.

Meski berasal dari latar belakang yang kuat secara politik, Gibran menunjukkan bahwa kekayaannya bukan semata-mata karena ayahnya. Namun, hal ini juga memicu diskusi tentang pentingnya integritas dalam pemerintahan.

Kekayaan Gibran yang signifikan dapat menjadi cermin bagi pejabat lainnya dalam menggunakan kekuasaan untuk kebaikan. Melihat bagaimana ia mengelola harta dan transparansi laporan kekayaannya, publik berharap ada tingkat integritas yang tinggi di kalangan para pemimpin.

Iklan