Banjir dengan ketinggian mencapai dua meter melanda Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kondisi ini terjadi akibat meluapnya Kali CBL (Cikarang Bekasi Laut), memaksa sekitar 3.000 kepala keluarga untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Menurut Sekretaris Desa Sukamekar, Taufik, banjir ini menyebabkan rumah-rumah warga terendam air, sehingga situasi di lapangan menjadi sangat kritis. Ketinggian air di beberapa titik di permukiman mencapai dua meter, mengakibatkan banyak rumah hampir sepenuhnya tenggelam.
Sejak Kamis (22/1), banjir mulai terjadi dan intensitasnya semakin meningkat. Proses evakuasi warga yang terjebak dalam banjir pun masih berlangsung hingga saat ini, dengan bantuan dari berbagai pihak.
Dampak Banjir terhadap Penduduk dan Lingkungan Sekitar
Banjir ini tidak hanya berdampak pada kehidupan sehari-hari penduduk, tetapi juga mengganggu berbagai aspek sosial-ekonomi di wilayah tersebut. Sejumlah keluarga terpaksa mengungsi ke musala, masjid, dan beberapa gedung umum lainnya yang dianggap lebih aman untuk sementara waktu.
Saat ini, evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan petugas pemadam kebakaran. Mereka menggunakan perahu karet untuk menjangkau warga yang masih terjebak di rumah-rumah terendam.
Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan, terutama bagi keluarga-keluarga yang kehilangan tempat tinggal sementara banjir melanda. Ketersediaan tempat pengungsian yang memadai menjadi fokus utama dalam penanganan bencana ini.
Penyebab Banjir di Wilayah Bekasi
Salah satu penyebab utama banjir di Desa Sukamekar adalah intensitas hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir. Luapan Kali CBL berkontribusi besar terhadap peningkatan tinggi air di berbagai titik pemukiman.
BPBD Kabupaten Bekasi juga melaporkan bahwa 51 desa di 17 kecamatan terpengaruh oleh banjir ini akibat curah hujan yang tinggi. Ketinggian air bervariasi, tergantung pada lokasi masing-masing desa yang terendam.
Dia juga menekankan perlunya peningkatan infrastruktur drainase untuk mengurangi risiko banjir di masa depan. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi dampak dari perubahan iklim yang semakin tak terduga.
Upaya Penanganan dan Pemulihan Pasca Banjir
Pemerintah setempat bersama dengan berbagai organisasi bantuan melakukan upaya penanganan yang cepat untuk membantu warga yang terdampak. Hal ini termasuk penyediaan kebutuhan pokok seperti makanan dan layanan kesehatan di lokasi pengungsian.
Pihak BPBD berupaya memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat mengenai status terkini serta langkah-langkah yang harus diambil selama masa bencana. Edukasi tentang penanganan bencana diharapkan dapat meminimalisir kerugian di masa depan.
Dengan munculnya berbagai inisiatif pemulihan, diharapkan perekonomian lokal dapat kembali berjalan setelah keadaan normal. Namun, kerugian yang dialami oleh keluarga yang terdampak tetap menjadi perhatian utama.



