Jakarta baru saja menyaksikan momen bersejarah dalam dunia telekomunikasi dengan peresmian Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8. Pengoperasian sistem ini bukan hanya sekadar langkah teknis, tetapi juga menggambarkan komitmen terhadap transformasi digital yang semakin mendesak di Indonesia.

Setelah menyelesaikan fase pengujian dan pengoperasian, Rising 8 kini siap melayani berbagai kebutuhan konektivitas digital di tanah air. Dengan kemampuannya yang canggih, sistem ini diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara Indonesia dan dunia luar secara lebih efisien.

Rising 8, sistem kabel laut sepanjang 1.128,5 kilometer, terhubung dari Jakarta (Tanjung Pakis) ke Batam (Tanjung Bemban) hingga Singapura. Dengan memanfaatkan teknologi repeatered system, sistem ini menawarkan konektivitas berstandar tinggi bagi operator telekomunikasi dan perusahaan yang memerlukan jaringan yang kuat dan andal.

Pentingnya Jalur Konektivitas untuk Indonesia

Ketersediaan jalur alternatif sangat vital untuk memastikan keandalan jaringan dan kontinuitas layanan. Terutama bagi para operator dan perusahaan yang menjalankan aplikasi yang bersifat kritis untuk operasional sehari-hari mereka. Keberadaan Rising 8 menjadi solusi untuk menciptakan daya tahan yang lebih baik di tengah ketergantungan pada konektivitas digital.

Timotius Max Sulaiman, Direktur Utama MoraRepublic, mengungkapkan bahwa selesainya segmen Jakarta-Batam merupakan langkah penting untuk membangun infrastruktur digital yang mendukung kebutuhan Indonesia. Hal ini selaras dengan agenda pemerintah yang mengarah pada transformasi digital nasional.

Dia menekankan bahwa infrastruktur telekomunikasi yang kuat dapat meningkatkan kualitas konektivitas dan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi digital. Dampaknya akan dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat dan sektor usaha di seluruh wilayah Indonesia.

Teknologi dan Infrastruktur yang Mendukung Rising 8

Sistem komunikasi kabel bawah laut ini menggunakan kabel dari produsen terkemuka global dengan pengalaman lebih dari 125 tahun dalam teknologi kabel bawah laut. Kualitas tinggi dari kabel yang digunakan, bersama dengan repeater yang dirancang untuk mendukung kapasitas minimum 400 Tbps, menjadikan Rising 8 pilihan yang tepat bagi berbagai kebutuhan komunikasi.

Rising 8 terintegrasi dengan Nusantara Data Center yang berlokasi di Batam, yang mendapatkan sertifikasi Tier-3. Hal ini menambah kepercayaan terhadap daya dukung infrastruktur digital dan memberikan jaminan kualitas kepada pelanggan yang bergantung pada jaringan ini.

Fasilitas Cable Landing Station di Jakarta juga telah dipastikan memenuhi spesifikasi Tier-3 yang memungkinkan pemeliharaan tanpa gangguan pada layanan. Ini adalah bukti nyata komitmen kedua perusahaan untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan.

Kesempatan dan Risiko dalam Konektivitas Digital

Rising 8 tidak hanya menawarkan jalur baru, tetapi juga menciptakan redundansi yang signifikan terhadap jaringan yang sudah ada. Dengan adanya jalur alternatif, risiko downtime yang lebih rendah bagi perusahaan adalah sebuah keuntungan yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketersediaan jalur ganda menjadi penolong dalam mengurangi efek negatif dari gangguan konektivitas.

Pasar yang menjadi target Rising 8 mencakup berbagai perusahaan, mulai dari operator telekomunikasi, Penyedia Layanan Internet, hingga lembaga keuangan yang memerlukan bandwidth tinggi. Konstruksi strategis jalurnya mengarah ke Singapura sebagai pusat digital di kawasan ini, yang menambah nilai untuk kedua perusahaan yang terlibat.

Pelanggan yang memanfaatkan jaringan ini tidak hanya akan memperoleh konektivitas yang handal, tetapi juga kemampuan untuk bersaing di pasar yang semakin ketat. Hal ini menjadi batu loncatan untuk lebih banyak lagi inovasi dalam industri digital.

Iklan