Dua penumpang kapal KM Nurul Salsa yang sebelumnya hilang telah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim pencarian. Mereka ditemukan di Pulau Balaloho, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan, setelah operasi pencarian yang intensif selama beberapa hari.
Keduanya telah dievakuasi dan saat ini dalam proses pemulihan. Penemuan ini menjadi harapan baru bagi keluarga penumpang lainnya yang masih dalam pencarian.
Tim SAR mencatat bahwa hingga saat ini, total penumpang yang selamat dari KM Nurul Salsa berjumlah 59 orang. Meskipun demikian, satu penumpang dilaporkan meninggal, sementara 18 lainnya masih dinyatakan hilang.
Detail Penemuan Dua Korban Selamat dalam Operasi SAR
Menurut laporan dari Kepala Seksi Operasi dan Siaga, operasi pencarian kedua korban berlangsung secara sistematis. Dua korban, yang diidentifikasi sebagai seorang perempuan berusia 46 tahun dan seorang laki-laki berusia 24 tahun, ditemukan sekitar pukul 13:00 WITA.
Korban ditemukan oleh kapal nelayan KM Bari Baria 05 dan segera dievakuasi oleh KRI Marlin 877. Evakuasi dilakukan untuk memastikan kedua korban mendapatkan perawatan medis yang diperlukan secepat mungkin.
Tim SAR juga mengoptimalkan seluruh sumber daya yang ada dalam pencarian ini. Dengan menggunakan berbagai jenis kapal dan dukungan dari pihak TNI dan Polri, pencarian terus dilakukan pada area yang luas untuk menemukan korban lainnya.
Profil dan Proses Pencarian yang Telah Dilakukan
Kapal KM Nurul Salsa dilaporkan tenggelam pada Rabu pagi di perairan Selayar. Kapal tersebut mengalami kerusakan mesin di tengah perjalanan, menyebabkan kapal tidak dapat beroperasi dengan baik.
Saat kapal tenggelam, total ada 78 penumpang di dalamnya. Tim SAR, yang terdiri dari beberapa unsur, meliputi KN SAR Puntadewa, KRI Marlin 877, dan kapal nelayan yang bekerja sama, melakukan pencarian di area seluas 1.305 nautical mile persegi.
Pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan para nelayan dan masyarakat setempat untuk memaksimalkan pencarian. Pencarian tersebut terus diupayakan meskipun tantangan cuaca dan kondisi laut yang kurang mendukung.
Kondisi Korban yang Ditemukan dan Upaya Lanjutan
Kedua korban yang ditemukan berada dalam kondisi yang memprihatinkan. Mereka sempat terombang-ambing di lautan selama beberapa hari dan harus bertahan menggunakan pelampung.
Pengalaman mereka melakui masa-masa sulit di laut menjadi sebuah cerita yang menggugah. Saat dijumpai, mereka menyatakan bahwa mereka terpaksa melepaskan jenazah teman-teman mereka yang tidak bisa diselamatkan.
Kondisi mental dan fisik kedua korban menjadi perhatian khusus tim medis. Setelah evakuasi, mereka langsung dibawa ke Pelabuhan Benteng di Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.



