Junior Roberts, aktor yang dikenal di dunia hiburan Indonesia, mengenang masa-masa SMA dengan penuh emosi. Ia mengisahkan betapa sulitnya ia menghadapi pelajaran di sekolah, terutama Matematika, yang sering kali membuatnya ingin menghindar.
Selama di bangku SMA, kebiasaan untuk bolos pelajaran bersama teman-temannya menjadi hal lumrah. Namun, mereka tidak benar-benar meninggalkan sekolah, melainkan savor waktu di kantin sambil berdiskusi tentang pelajaran dan menikmati makanan.
“Kadang kita merasa stres dengan pelajaran, apalagi Matematika. Jadi, alternatifnya adalah nongkrong di kantin ketimbang berjuang di kelas,” ungkap Junior saat berbagi pengalaman di Jakarta.
Pengalaman Menyenangkan Selama Masa Sekolah SMA di Bali
Junior mengawali pendidikan SMA-nya di Bali, di mana dirinya memetik banyak pelajaran berharga. Suasana Bali yang santai membuatnya lebih menikmati waktu belajar meskipun banyak tantangan.
Ianya merasa lingkungan di Bali sangat mendukung kreativitasnya. Kegiatan di luar kelas seperti seni dan olahraga sering kali ia ikuti, memberikan kesan mendalam dalam ingatannya.
“Sekolah di Bali itu sangat berbeda dengan di Jakarta. Teman-teman di sana lebih santai, dan kami sering mengadakan kegiatan seru yang tidak ada di Jakarta,” kata Junior menjelaskan pengalaman positif di Bali.
Pindah ke Jakarta dan Memilih Homeschooling
Setelah menempuh pendidikan sampai kelas 2, Junior memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Keputusan tersebut diambil untuk fokus pada karier di dunia seni peran yang mulai digelutinya.
Di Jakarta, ia memilih program homeschooling sebagai cara untuk melanjutkan pendidikan. Ini memberinya keleluasaan waktu untuk mengeksplorasi bakat seni dan beradaptasi dengan kehidupan baru di kota besar.
“Homeschooling sangat membantu saya mengatur jadwal dan waktu belajar. Saya bisa lebih fleksibel tanpa kehilangan fokus pada pendidikan,” ungkapnya.
Perjuangan Menyeimbangkan Pendidikan dan Karier
Bagi Junior, menyeimbangkan antara pendidikan dan karier bukanlah hal mudah. Dia harus berusaha keras untuk menjaga keduanya tetap sejalan meskipun ada banyak tekanan.
Meskipun tidak mengikuti sekolah formal secara penuh, kedisiplinan dalam belajar menjadi kunci suksesnya. Ia menyadari pentingnya pendidikan dalam menunjang karier yang sedang dibangun.
“Setiap hari saya menyempatkan waktu untuk belajar sendiri, meskipun kadang sulit. Saya percaya pendidikan yang baik akan membantu langkah saya di industri ini,” kata Junior dengan tekad.



