Peristiwa tragis telah mengguncang masyarakat di Jakarta Utara setelah terungkapnya fakta tentang kematian satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok. Diduga, seorang anak bernama AS (24) terlibat dalam aksi meracuni ibunya dan dua saudaranya yang menyebabkan mereka meninggal dunia.
Kasus ini mencuat setelah warga setempat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Investigasi awal menunjukkan bahwa motivasi di balik tindakan keji ini adalah dendam pribadi yang dirasakan oleh pelaku terhadap keluarganya sendiri.
Pihak kepolisian, melalui Polres Metro Jakarta Utara, menemukan bahwa ketiga korban—yang berinisial SS (50), AF (27), dan AD (14)—meninggal karena meminum racun tikus yang diberikan oleh AS. Tindakan ini meninggalkan pertanyaan besar tentang alasan di balik tindakan ekstrem tersebut.
Detail Penyelidikan yang Mengungkap Pelaku Keluarga
Polisi menjelaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut dilakukan bersama tim dari Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri. Hasilnya mengonfirmasi bahwa ketiga korban meninggal akibat racun tikus jenis Zinc Phosphate.
Jelas sekali bahwa pelaku AS telah merencanakan perbuatannya dengan matang. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoeseno Gradiarso, menegaskan bahwa tindakan ini diambil berdasarkan rasa tidak adil yang mereka rasakan selama ini.
Motif dendam ini menjadi topik penting dalam penyelidikan, dan terungkap bahwa AS merasa selalu dimarahi oleh ibunya, yang membuatnya berusaha untuk mendapatkan perhatian dengan cara yang sangat ekstrem.
Proses Autopsi dan Hasil Toksikologi
Penyidik melakukan autopsi terhadap ketiga jenazah untuk menentukan penyebab kematian secara akurat. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya residu bahan kimia berbahaya di organ vital para korban.
Pakar toksikologi dari Universitas Indonesia, Budiawan, menjelaskan bahwa Zinc Phosphate adalah racun tikus yang ternyata sangat berbahaya bagi manusia. Racun ini bekerja dengan merusak sel-sel tubuh, dan reaksinya bisa cepat menyebabkan kematian.
Toksin ini tidak hanya berfungsi sebagai racun tetapi juga dapat mengubah bentuknya menjadi gas berbahaya yang lebih mematikan seiring waktu. Ini menunjukkan seberapa cepat dan mengerikannya efek yang ditimbulkan oleh zat beracun ini.
Keputusan Hukum dan Reaksi Masyarakat
Setelah penyelidikan yang mendalam, polisi menetapkan AS sebagai tersangka utama. Masyarakat di sekitar Warakas merasa shock dan mengikuti peristiwa ini dengan penuh perhatian.
Reaksi terhadap kejadian ini sangat beragam, mulai dari rasa ikut berduka hingga kekecewaan terhadap tindakan keji yang dianggap tidak bisa diterima. Banyak warga berharap agar keadilan ditegakkan dengan sebaik-baiknya.
Keputusan hukum terhadap AS akan menjadi perhatian khusus, terutama karena ini melibatkan kejahatan yang melawan norma-norma keluarga dan kemanusiaan.



