Seorang mantan polisi berinisial Robig Zaenuddin, yang pernah terlibat dalam penembakan terhadap siswa SMKN 4 Semarang, kini menghadapi masalah serius setelah terjerat kasus narkoba. Keputusan pemindahannya ke Lapas Nusakambangan mencerminkan adanya dugaan keterlibatan dalam peredaran narkoba, yang belum terkuak sepenuhnya. Robig, seorang terpidana, dinyatakan positif dalam tes urine sebelum pemindahan, menambah cela dalam reputasinya.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, masalah ini terungkap ketika inspeksi rutin dilakukan di Lapas Semarang. Pihak Direktorat Narkoba Polda Jawa Tengah bersama petugas intelijen mencurigai beberapa praktik tidak wajar, termasuk kondisi Robig yang tampak tidak stabil saat inspeksi. Pengertian ini memberi gambaran lebih luas mengenai situasi di lapas tersebut.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Artanto, menegaskan bahwa penyidikan menyeluruh sedang dilakukan. Ia menjelaskan bahwa saat tes urine dilakukan, Robig menunjukkan hasil positif, menandakan mungkin ia terlibat dalam penyalahgunaan zat terlarang. Penemuan tersebut juga membuka pintu untuk penyelidikan lebih lanjut tentang jaringan narkoba di dalam lapas.

Menelusuri Keterlibatan Narkoba di Lapas

Inspeksi yang dilakukan pada 19 Januari 2026 menandai awal pemahaman mengenai dugaan tersebut. Pihak kepolisian menemukan kondisi Robig yang mencurigakan pada saat pemeriksaan. Pihak berwenang bersikeras untuk menindaklanjuti penemuan ini, mengingat catatan buruk Robig telah terukir sejak insiden penembakan yang melibatkan siswa SMKN 4.

Apakah Robig terlibat sebagai pengguna atau pengedar narkoba masih menjadi pertanyaan yang dibahas dalam penyelidikan tersebut. Artanto menegaskan bahwa penyelidikan menyeluruh sangat diperlukan untuk mengungkap lebih jauh peran mantan polisi tersebut dalam kasus narkoba. Isu ini memicu kekhawatiran tentang keamanan dan profesionalisme di dalam lembaga pemasyarakatan.

Selain itu, pihak Kalapas Semarang juga mengamini adanya laporan masyarakat terkait dugaan peredaran narkoba yang melibatkan Robig. Pengaduan ini menjadi dasar pemindahan Robig ke Lapas Nusakambangan untuk menjaga keamanan dan investigasi lebih lanjut. Mempertimbangkan konsekuensi hukum yang ada, tindakan ini merupakan langkah yang tepat untuk meminimalisir risiko yang ada.

Reaksi Pihak Keluarga Korban

Pengacara keluarga korban, Zainal Petir, merasa telah menduga adanya pengaruh narkoba dalam tindakan Robig saat penembakan tersebut. Ia mengatakan kecurigaan itu muncul sejak awal incident yang menewaskan Gamma, siswa SMKN 4. Petir juga mempertanyakan konsistensi hasil tes dan pengakuan resmi bahwa Robig tidak terpengaruh narkoba pada saat kejadian.

Dalam pandangannya, sudah seharusnya penyidik melakukan evaluasi mendalam terkait sikap Robig saat melakukan penembakan. Mengacu pada rekaman CCTV, ada berbagai indikasi bahwa Robig mungkin berada di bawah pengaruh zat terlarang ketika mengambil keputusan untuk menembak. Ini menambah lapisan kompleksitas pada kasus yang sudah dramatis ini.

Zainal menekankan pentingnya penyelidikan menyeluruh terkait dari mana sumber narkoba tersebut dan jaringan yang ada di dalam lapas. Kejadian ini bukan hanya sekadar mencerminkan kegagalan individu, tetapi mencakup keseluruhan sistem yang memungkinkan kejahatan terorganisir terjadi di area yang seharusnya terawasi dengan ketat.

Tindakan Hukum dan Perubahan Kebijakan

Setelah terungkapnya masalah ini, pihak Polda Jateng menyatakan bahwa Robig telah dipecat dari dinas kepolisian. Hal ini menekankan bahwa tindakan yang tak profesional tidak akan ditoleransi, terutama mengingat latar belakangnya sebagai pengayom masyarakat. Pemecatan dengan Tidak Hormat (PTDH) menjadi sinyal bahwa kepolisian berkomitmen untuk menjaga integritas institusi.

Akan tetapi, tantangan masih besar di depan, terutama dalam upaya memberantas peredaran narkoba yang meresahkan. Kasus Robig bisa menjadi pelajaran berharga bagi pihak berwenang untuk lebih memperketat pengawasan dan melakukan evaluasi berkala terhadap pegawai. Kebijakan internal yang lebih ketat sangat diperlukan untuk menangkal kejadian serupa di masa mendatang.

Pihak kepolisian juga diharapkan dapat melakukan penyelidikan yang lebih jelas dan transparan akan jaringan narkoba yang mungkin melibatkan mantan polisi ini. Mereka perlu memberikan kejelasan kepada publik agar kepercayaan terhadap sistem hukum dan keamanan dapat pulih kembali. Penanganan isu ini secara efisien berpotensi mencegah masalah serupa di kemudian hari.

Iklan