Google menegaskan bahwa perusahaan ini tidak terlibat dalam produksi maupun penjualan perangkat Chromebook, termasuk penentuan harga jualnya. Fokus utama Google adalah pada pengembangan dan pemberian lisensi untuk sistem operasi ChromeOS, yang menjadi basis pengoperasian perangkat tersebut.
“Kami tidak memproduksi atau menjual Chromebook secara langsung kepada konsumen, dan penentuan harga adalah tanggung jawab para mitra kami,” jelas perwakilan dari Google dalam keterangan tertulisnya.
Lebih lanjut, Google menekankan bahwa proses pengadaan sepenuhnya diurus oleh produsen peralatan asli (Original Equipment Manufacturers/OEM) yang independen serta para mitra lokal yang terkait.
Transparansi dalam Pengadaan Perangkat di Kementerian Pendidikan
Google mengakui bahwa ekosistem yang ada memastikan Kementerian Pendidikan dapat mempertahankan kontrol penuh dan transparansi dalam pengadaan perangkat keras. Hal ini merupakan langkah penting untuk memastikan proses yang kompetitif dari pemasok lokal.
Tenaga kependidikan serta siswa di Indonesia sangat diuntungkan oleh penggunaan Chromebook yang telah diadopsi di lebih dari 80.000 sekolah. Oleh karena itu, kejelasan dalam proses penawaran dan pengadaan menjadi sangat penting.
Dengan adanya kebijakan ini, Kementerian Pendidikan dapat melakukan audit dan verifikasi pengadaan, memastikan bahwa perangkat yang dibeli memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Keterkaitan Investasi Google dengan Gojek dan Pendidikan
Pihak Google juga membantah adanya hubungan antara investasi yang dilakukan di Gojek dengan pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan. Mereka menegaskan bahwa investasi tersebut dilakukan jauh sebelum Nadiem Makarim menjabat sebagai Menteri Pendidikan.
“Seluruh investasi yang dilakukan oleh Google bukan dijadikan sebagai imbalan untuk keputusan pengadaan produk mereka oleh Kementerian Pendidikan,” ungkap perwakilan Google.
Investasi yang ada tidak dipengaruhi oleh kebijakan pendidikan, sehingga tidak ada kepentingan yang membuat pengadaan perangkat itu menjadi tidak netral.
Biografi Singkat Nadiem Makarim dan Peranannya dalam Kasus Ini
Nadiem Makarim, pendiri Gojek, mengundurkan diri dari posisinya di perusahaan tersebut saat menjabat sebagai Menteri Pendidikan. Pengunduran ini dilakukan untuk menghindari konflik kepentingan yang mungkin muncul dalam pengambilalihan keputusan terkait pengadaan perangkat.
“Keputusan mundur sebagai direksi di Gojek diambil untuk menjaga kepentingan publik dan mencegah dugaan favoritisme dalam pengadaan,” ujar jaksa dalam persidangan.
Meski sudah mundur, jaksa menyatakan bahwa Nadiem masih menduduki posisi penting di perusahaan melalui teman-temannya yang ditunjuk sebagai pengganti.



