Kawasan pesisir utara Surabaya, yang terletak di Jawa Timur, baru-baru ini mengalami masalah serius akibat banjir rob yang melanda wilayah tersebut menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Air laut yang meluap menenggelamkan banyak ruas jalan, dan mengakibatkan berbagai aktivitas warga terganggu.

Salah satu lokasi yang paling terdampak adalah Jalan Tambak Osowilangon. Ketinggian genangan air di jalan tersebut bahkan mencapai lutut orang dewasa, sehingga menciptakan kemacetan yang parah di area tersebut.

Akibat kondisi ini, banyak pengendara terutama motor mengalami kesulitan. Beberapa dari mereka terpaksa harus meninggalkan kendaraan karena mogok saat menerjang genangan air yang cukup dalam.

Dampak Banjir Rob Terhadap Aktivitas Masyarakat di Surabaya

Banjir rob bukanlah masalah baru di Surabaya, namun intensitasnya kali ini lebih mengkhawatirkan. Sejumlah warga mengeluhkan ketidakmampuan mereka untuk beraktivitas normal akibat tingginya genangan air di jalanan. Kegiatan sehari-hari, seperti berangkat kerja maupun bersekolah, menjadi terhambat.

Kemacetan yang melanda jalur menuju Gerbang Tol Margomulyo juga berdampak pada waktu perjalanan. Banyak orang harus menambah waktu tempuh mereka, yang secara tidak langsung memengaruhi produktivitas dan rutinitas sehari-hari.

Kondisi ini menunjukkan betapa krusialnya infrastruktur kota dalam mengatasi masalah banjir. Ketidakmampuan jalan untuk mengalirkan air hujan dan rob menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Tindakan Kepolisian untuk Mengurangi Kemacetan di Wilayah Terdampak

Dalam upaya mengurangi kemacetan yang terjadi, pihak kepolisian dari Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak segera mengambil tindakan cepat. Mereka melakukan pengalihan arus lalu lintas di beberapa titik yang paling padat. Hal ini bertujuan untuk memperlancar arus kendaraan dan meminimalisir penumpukan lebih lanjut.

Kepala Satlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Imam SR, menjelaskan bahwa pola lalu lintas di Traffic Light Margomulyo untuk sementara ditutup. Pengalihan arus ini juga berlaku bagi kendaraan roda empat yang diharapkan lebih memilih menggunakan tol untuk sampai tujuan.

Pengalihan arus ini tentu saja membuat pengendara lainnya harus mematuhi petunjuk dari petugas di lapangan. Dengan kesabaran dan kesadaran pengendara, diharapkan masalah kemacetan bisa teratasi dengan lebih baik.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat dalam Menghadapi Banjir Rob

Dalam situasi seperti ini, kesadaran masyarakat menjadi sangat penting. Pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk saling memahami kondisi yang ada. Pengendara bisa memilih rute alternatif yang tidak terlalu terpengaruh banjir, sehingga mereka bisa mencapai tujuan tanpa terjebak kemacetan.

Saran untuk menggunakan rute alternatif, seperti arah Tanjung Sari dan Benowo, juga perlu dipatuhi. Dengan mengikuti rute yang lebih aman, diharapkan pengendara dapat menghindari masalah yang lebih serius.

Dengan adanya pengalihan arus dan pemberian saran dari petugas, diharapkan masyarakat bisa tetap dalam keadaan tenang. Banjir rob memang dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari, tetapi dengan langkah yang tepat, masalah ini bisa dihadapi bersama.

Iklan