Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, telah meluncurkan sayembara dengan hadiah senilai Rp750 juta bagi siapa saja yang bisa menemukan sosok bernama Aman Yani. Nama tersebut menjadi sorotan publik setelah terlibat dalam kasus pembunuhan satu keluarga tragis di Paoman, Indramayu, pada Agustus tahun lalu.
Kasus pembunuhan ini melibatkan lima korban dari satu keluarga, termasuk Haji Sahroni berusia 75 tahun, serta anak dan istrinya, yang juga turut tewas. Pembunuhan keji ini meninggalkan banyak tanda tanya dan kengerian di masyarakat.
Jasad kelima korban berhasil ditemukan pada 1 September 2025. Polisi merespons cepat dan menangkap dua orang tersangka, Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan, yang selama ini dinyatakan terlibat dalam kejahatan ini.
Proses Hukum dan Keterlibatan Aman Yani dalam Pembunuhan
Dalam persidangan yang berlangsung baru-baru ini, satu dari terdakwa, Ririn, menyatakan bahwa ada lima pelaku dalam pembunuhan ini. Selanjutnya, Priyo memberikan daftar nama yang dianggapnya sebagai pelaku utama, termasuk Aman Yani, serta beberapa nama lainnya.
Aman Yani menjadi sosok misterius, karena keberadaannya tidak diketahui hingga saat ini. Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa ia telah bertemu dengan adik Aman Yani dan menyampaikan betapa pentingnya menemukan sosok ini.
Melalui media sosialnya, Dedi Mulyadi menegaskan keinginannya untuk melihat Aman Yani pulang, baik dalam keadaan hidup maupun sudah meninggal. Jika ditemukan, Dedi bersedia mengganti dana pensiun Aman Yani yang telah dicairkan tanpa izin dengan tambahan hadiah berupa Rp750 juta.
Keluarga Aman Yani dan Tanggapan terhadap Tuduhan
Di tengah ketegangan ini, keluarga Aman Yani tidak menggulungkan tangan. Mereka melaporkan Priyo Bagus Setiawan ke pihak kepolisian dengan tuduhan merintangi proses hukum, setelah nama Aman Yani dicatut dalam kasus pembunuhan ini. Mereka menegaskan bahwa tuduhan yang diarahkan kepada keluarga sangat tidak berdasar.
Keluarga menegaskan bahwa Aman Yani sudah menghilang sejak Maret 2016 setelah berpamitan kepada ibunya untuk merantau ke Bandung. Sejak saat itu, komunikasi dan jejaknya hilang tanpa jejak.
Kuasa hukum keluarga, Ruslandi, meragukan klaim para terdakwa yang mengaku bertemu Aman Yani menjelang pembunuhan. Keluarga sudah melakukan upaya pencarian, bahkan menyebarkan informasi orang hilang di media sosial sejak 2020, yang menunjukkan ketidakberdayaan mereka dalam menemukan sosok yang dicintai.
Kejanggalan dalam Kesaksian dan Upaya Penemuan Aman Yani
Adik Aman Yani, Uyat Suratman, juga membagikan beberapa peristiwa aneh yang terjadi sejak kehilangan kakaknya. Ia mengaku pernah diminta oleh orang-orang tak dikenal untuk berpura-pura menjadi Aman Yani untuk mencairkan dana pensiun, yang jelas menunjukkan adanya niat jahat di balik semua ini.
Pesan misterius dari seseorang yang mengaku sebagai pengacara Aman Yani pada tahun 2018 semakin memperkeruh keadaan. Namun yang mengherankan, sosok tersebut tidak pernah terlihat dan komunikasi tidak pernah terjalin.
Dengan kabar yang beredar dan hasil persidangan yang menyudutkan, keluarga menegaskan bahwa mereka siap berkooperasi jika Aman Yani benar-benar ditemukan. Namun, mereka tetap waspada terhadap kemungkinan adanya tipu daya dari para terdakwa.



