Jakarta – Tya Ariestya selalu berusaha menanamkan nilai-nilai kesederhanaan pada anak-anaknya, meskipun mereka hidup dalam kondisi yang cukup baik. Belum lama ini, ia mengajak putranya untuk menikmati salah satu kuliner legendaris di Jakarta, yaitu Gultik di kawasan Mahakam.

“Karena kan ini enggak selamanya tuh bermewah-mewahan gitu. Kita juga harus bisa dan nanti juga punya teman juga kan enggak semua teman-temannya juga mungkin bisa berkelebihan seperti Kanaka alhamdulillah,” kata Tya Ariestya saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, Selasa (11/08/2026).

“Aku pengen dia bisa masuk ke semua kalangan. Jadi dari sekarang nih dia harus bisa makan di warteg pinter,” lanjutnya.

Mengajarkan Pentingnya Kesederhanaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Kesederhanaan dalam hidup adalah nilai yang sangat berharga bagi Tya. Dengan memberikan contoh nyata melalui pengalaman sehari-hari, ia ingin anaknya melihat bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hal-hal yang mewah.

Dalam banyak kesempatan, Tya menunjukkan bahwa menikmati kuliner kaki lima sama asiknya dengan makan di restoran bintang lima. Ia percaya bahwa makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang pengalaman dan interaksi dengan orang-orang.

Selain itu, Tya juga menjelaskan bahwa dengan bersosialisasi di berbagai kalangan, anaknya akan lebih terbuka dalam memahami kehidupan masyarakat yang beragam. Hal ini penting untuk membangun karakter dan empati, yang akan membentuk pribadi yang lebih baik di masa depan.

Kuliner sebagai Jembatan Sosial untuk Anak

Mengajak anak mencoba berbagai jenis kuliner adalah cara yang efektif untuk memperkenalkan dunia yang lebih luas. Dengan mencicipi berbagai hidangan, anak akan belajar untuk tidak menghakimi sesuatu hanya dari penampilan.

Pengalaman makan di berbagai tempat juga dapat memperkuat rasa ingin tahunya. Tya berharap, lewat berbagai rasa dan suasana, putranya dapat menghargai keberagaman dalam budaya makan di Indonesia.

Tidak hanya itu, kuliner juga bisa menjadi jembatan interaksi sosial. Melalui makan bersama, Tya ingin anaknya belajar nilai-nilai kebersamaan dan saling berbagi.

Peran Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak

Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengajarkan nilai-nilai kehidupan kepada anak. Tya percaya bahwa meskipun mereka hidup dalam kenyamanan, tidak ada salahnya jika anak-anak belajar tentang kesederhanaan.

Setiap pengalaman yang diberikan, seperti pergi ke warteg atau tempat makan lokal lainnya, adalah bentuk pendidikan yang tak ternilai. Ini lebih dari sekadar makan, tetapi juga memahami makna dari kesederhanaan itu sendiri.

Menurut Tya, membangun karakter anak dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti cara mereka berinteraksi dengan pelayan di restoran, hingga memahami bahwa tiap orang punya cerita dan latar belakang yang berbeda.

Iklan