loading…
Umat Hindu di wilayah Jakarta dan sekitarnya memperingati Hari Suci Thaipusam sejak Jumat (30/1/2026). Peringatan ini sebagai momentum sakral yang sarat makna spiritual dan filosofi kehidupan.
Perayaan ini tidak hanya ritual keagamaan, namun juga menjadi pengingat atau ajaran untuk tidak menyakiti sesama makhluk. Ketua Dewan Pembina Murugan Temple, A.S. Kobalen menjelaskan, Thaipusam dirayakan setiap tahun berdasarkan perhitungan kalender Hindu, yakni pada bulan Thai dengan bintang Pusam yang merupakan zodiak Dewa Murugan.
Momentum ini juga berkaitan dengan peristiwa penting dalam mitologi Hindu, ketika Dewa Murugan berhasil mengalahkan raksasa Surapadman yang mengacaukan keseimbangan hingga ke alam dewa.
“Ini bukan sekadar cerita perang. Yang diajarkan adalah bagaimana kejahatan dilawan tanpa menghilangkan nilai kemanusiaan. Yang dibasmi itu sifatnya, bukan orangnya,” jelas Kobalen saat ditemui awak media pada Sabtu (31/1/2026) di Murugan Temple.
Ia menjelaskan kisah Dewa Murugan yang diciptakan oleh Dewa Siwa dengan kekuatan indra ketiga dan lahir di kolam Saravanabhava. Ia kemudian menerima tombak suci bernama Vel dari ibunya sebagai simbol kekuatan sakti.
Saat menghadapi Surapadman, raksasa itu mengubah diri menjadi pohon raksasa. Namun dengan tombak Vel, pohon tersebut terbelah menjadi dua dan berubah menjadi merak dan ayam jago.
Perayaan Hari Suci Thaipusam dan Maknanya bagi Umat Hindu
Hari Suci Thaipusam menjadi salah satu perayaan yang sangat dihormati oleh umat Hindu, terutama di Indonesia. Di hari ini, berbagai ritual dilakukan untuk memohon berkah kepada Dewa Murugan.
Ritual yang dilakukan mencerminkan kedalaman keyakinan dan tradisi yang telah terjaga selama berabad-abad. Dalam konteks ini, Thaipusam bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga momen refleksi dan penghayatan spiritual.
Di berbagai tempat, umat Hindu melakukan prosesi dengan membawa berbagai sesaji sebagai simbol bakti. Hal ini menunjukkan dedikasi dan rasa syukur mereka terhadap Dewa Murugan.
Pada perayaan ini, biasanya juga diadakan puja atau doa bersama. Para pemeluk agama Hindu berdoa untuk keselamatan dan kesejahteraan baik bagi diri mereka maupun bagi masyarakat sekitar.
Ketika umat berkumpul dalam perayaan ini, rasa persatuan dan solidaritas di antara komunitas diperkuat. Eloknya tradisi ini menjadi sarana penting untuk saling mengenal dan menghormati satu sama lain.
Tradisi dan Ritual Menyambut Thaipusam dalam Kehidupan Sehari-hari
Tradisi menyambut Thaipusam memiliki berbagai ciri khas yang unik. Salah satu tradisi yang menonjol adalah melakukan puasa dan meditasi dalam beberapa hari menjelang perayaan.
Puasa menjadi sarana untuk membersihkan jiwa dan raga sebelum mengikuti rangkaian ritual. Dalam proses ini, umat Hindu berusaha menjaga disiplin dengan menghindari makanan tertentu.
Saat hari perlaksanaan, pawai menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu. Para peserta berarak di jalan-jalan dengan penuh kegembiraan, membawa patung Dewa Murugan yang dihias indah.
Keberadaan musik dan tarian dalam pawai membuat suasana semakin meriah. Musik tradisional mengalun membangkitkan semangat sekaligus menyatukan seluruh peserta dan penonton yang hadir.
Di akhir perayaan, umat kembali berkumpul di kuil untuk melakukan pengucapan syukur. Pengalaman ini menjadi penutup yang mendalam, dengan rasa syukur yang menyelimuti hati setiap orang.
Arti Spiritual Thaipusam dalam Kehidupan Sosial dan Moral
Thaipusam memiliki makna lebih dari sekadar perayaan ritual. Kegiatan ini juga menggambarkan nilai-nilai moral dan etika yang penting dalam kehidupan sehari-hari umat Hindu.
Pembelajaran dari cerita Dewa Murugan mengajarkan tentang pentingnya menangkal kejahatan. Bukan hanya kejahatan fisik, tetapi juga sifat buruk yang ada dalam diri manusia.
Dalam hal ini, pekarangan pada sejarah Dewa Murugan memberikan inspirasi. Melalui kisahnya, umat diajarkan untuk melawan keburukan dengan kebajikan, serta untuk berusaha menciptakan harmoni di dalam masyarakat.
Upaya untuk tidak menyakiti makhluk lain adalah inti dari ajaran ini. Ini menjadi pengingat bagi umat untuk menunjukkan empati dan kasih sayang terhadap sesama.
Ketika umat merayakan Thaipusam, mereka merayakan makna ketulusan, cinta, dan pengorbanan. Nilai-nilai ini menjadi bekal dalam menjalani hidup yang harmonis.



