Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Eddy Hartono baru-baru ini mengungkapkan cara jaringan radikal dan terorisme melakukan perekrutan di dunia digital, terutama melalui game Roblox. Dalam laporannya, ia menyebutkan bahwa sebanyak 112 anak di Indonesia terindikasi menjadi target aksi perekrutan radikal dan terorisme melalui platform tersebut.
Salah satu dari 112 anak tersebut bahkan disebut sudah siap melakukan serangan terhadap sebuah institusi, yang menunjukkan betapa seriusnya ancaman ini. Eddy menjelaskan bahwa proses perekrutan ini terjadi melalui fitur komunikasi yang terdapat dalam gim.
Menurut Eddy, para pemain dapat berkomunikasi secara langsung melalui chat saat bermain, sehingga pihak-pihak yang memiliki agenda radikal bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan apa yang ia sebut sebagai “digital grooming”.
Bahaya Komunikasi di Dalam Game Populer
Dalam keterangannya, Eddy menjelaskan bahwa fitur chat di Roblox menjadi celah yang berbahaya bagi anak-anak. Ketika mereka berinteraksi dengan orang tidak dikenal, risiko untuk terpengaruh oleh ideologi radikal menjadi semakin besar. Ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk melindungi anak-anak dari konten berbahaya.
Ia menekankan pentingnya rehabilitasi terhadap 112 anak yang berasal dari 27 provinsi di Indonesia ini. Rehabilitasi mencakup pendekatan dengan lingkungan sosial mereka agar tidak kembali terpapar radikalisme.
Dalam upaya pengawasan, pemerintah juga telah meminta pihak Roblox untuk menutup fitur komunikasi bagi pengguna bawah umur. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko bagi anak-anak dan mencegah potensi rekrutmen.
Langkah Pihak Berwenang dalam Mencegah Rekrutmen Radikal
Menkomdigi Meutya Hafid menyebut bahwa Roblox telah sepakat untuk menutup fitur chat yang memungkinkan komunikasi antara anak-anak dengan orang yang tidak dikenal. Melalui langkah ini, diharapkan peristiwa yang berpotensi membahayakan bisa dihindari. Meutya menekankan bahwa langkah ini adalah tanggung jawab bersama untuk melindungi generasi muda.
Meutya juga mengungkapkan bahwa Roblox akan melakukan verifikasi usia bagi semua pengguna. Pembatasan komunikasi akan diterapkan bagi pengguna di bawah usia 16 tahun, yang bertujuan untuk menjamin keselamatan anak-anak saat bermain game.
Verifikasi usia menjadi langkah krusial yang harus diikuti oleh setiap pengguna. Jika seseorang tidak melakukan verifikasi usia, fitur komunikasi mereka akan langsung dimatikan untuk menjaga dari penyalahgunaan.
Pentingnya Kesadaran dan Edukasi bagi Orang Tua
Pihak berwenang juga mengingatkan orang tua untuk lebih proaktif dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital. Edukasi mengenai bahaya yang terdapat dalam dunia maya sangat penting agar anak-anak mendapatkan pemahaman yang tepat. Dengan kesadaran yang tinggi, diharapkan orang tua dapat melindungi anak-anak dari paparan ekstremisme.
Orang tua dianjurkan untuk terlibat langsung dalam memahami platform yang digunakan anak-anak mereka, termasuk tanda-tanda peringatan adanya indikasi rekrutmen. Ini penting agar mereka bisa bertindak lebih cepat ketika melihat perilaku yang mencurigakan.
Selain itu, edukasi mengenai penggunaan teknologi dengan bijak juga perlu diberikan agar anak-anak dapat menavigasi dunia digital dengan aman. Dengan pemahaman yang baik, mereka dapat mengenali konten yang aman dan yang berbahaya.



